Korban banjir menempati kawasan yang lebih tinggi dikawasan perumahan Ciledug Indah, Tangerang, Banten, Selasa (26/10). TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Foto Terkait
Korban Banjir di Banten Mulai Diserang Penyakit
TEMPO.CO, Serang - Pascabanjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak, Banten, ratusan warga korban banjir terserang penyakit gatal-gatal, batuk, pilek, demam, dan diare. Mereka mengeluhkan minimnya bantuan air bersih. Masyarakat masih menggunakan air sisa banjir yang ada di got untuk membersihkan peralatan rumah tangga dan mandi.
Salah seorang tokoh masyarakat Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Ahmad Mujri mengatakan, umumnya warga mengeluh terkena penyakit gatal-gatal dan demam, terutama anak balita. “Saat ini, keluhan masyarakat di Undar Andir adalah masalah air bersih. ” kata Ahmad Mujri, Selasa, 17 Januari 2012.
Menurutnya, saat berada di pengungsian, para korban banjir hanya menggunakan tenda dari terpal. Kondisi tersebut mempengaruhi kesehatan para pengungsi. Bahkan, cuaca yang dingin di malam hari membuat banyak warga terserang penyakit batuk dan gatal-gatal akibat tidak mandi. “Kami minta PDAM segera mengirimkan bantuan air bersih agar warga tidak menderita penyakit gatal-gatal,” katanya.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banten, Andika Hazrumy, mengatakan saat ini sekitar 800 anggotanya telah siaga di setiap kabupaten dan kota yang ada di Banten untuk membantu melakukan evakusi warga. Bahkan, Tagana juga akan membantu warga dalam melakukan pemulihan mental pascabencana banjir. “Kami saat ini terus menyalurkan bantuan kepada korban banjir di setiap daerah,” kata Andika Hazrumy.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, banjir yang terjadi di tiga daerah itu telah merendam 41 kecamatan, yaitu 11 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, 16 kecamatan di Kabupaten Lebak, 11 kecamatan di Kabupaten Serang, dan 3 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Suryadi Wiraatmaja, mengatakan banjir yang terjadi di Banten telah merendam rumah milik warga sebanyak 22.477 kepala keluarga. Untuk di di Kabupaten Serang ada 2.728 kepala keluarga, Lebak 9.100 kepala keluarga, Pandeglang 10.649 kepala keluarga. “Sementara untuk di Kabupaten Tangerang datanya belum masuk,” kata Suryadi.
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para warga ini masih banyak membutuhkan dapur umum, air mineral, perlengkapan bayi, makanan bayi dan selimut. “Dapur umum baru ada tiga set yang disebar di lokasi banjir,” katanya.
WASI’UL ULUM





