Sejumlah pedagang menawarkan takjil di ruas jalan yang dirubah menjadi pasar takjil ramadan di jalan Sukarno Hatta, Malang, Jawa Timur (1/8). Pasar takjil ramadan tersebut didominasi penjual dari kalangan mahasiswa yang belajar berwirausaha. ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Topik
Anak Kos Malang Belanjakan Rp 300 Miliar per Bulan
TEMPO.CO, Malang - Kontribusi anak-anak kos di Kota Malang, Jawa Timur, terhadap pertumbuhan ekonomi kota mencapai 6,7 persen per tahun. Jika dirupiahkan, skala kontribusi itu setara dengan sekitar Rp 300 miliar per bulan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang Bambang Priyo Utomo, Selasa 17 Januari 2012.
Bambang mengatakan kontribusi terbesar terhadap pendapatan dan pajak daerah berasal dari mahasiswa di 43 perguruan tinggi swasta dan empat perguruan tinggi negeri (Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malik Maulana Ibrahim, dan Politeknik Negeri Malang), ditambah para pelajar sekolah menengah atas dan sederajat.
Anak kos di Kota Malang berjumlah sekitar 300 ribu orang atau 33,53 persen dari total penduduk kota. Ini merupakan data jumlah penduduk per 25 Maret 2011.
Angka Rp 300 miliar diperoleh dari asumsi bahwa setiap anak kos rata-rata menerima kiriman uang Rp 1 juta per bulan. Uang kiriman itu lalu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah seperti indekos, warung makan, fotokopi, dan laundry.
Data kiriman uang yang diterima anak-anak kos didapat Pemerintah Kota Malang dari perbankan yang direkapitulasi oleh Kantor Bank Indonesia Malang.
Anak kos, menurut Bambang, turut menyokong pertumbuhan pendapatan per kapita warga Malang yang kini mencapai sekitar Rp 38,9 juta per tahun, atau dua kali lipat pertumbuhan pendapatan per kapita Jawa Timur yang rata-rata Rp 18 juta.
ABDI PURMONO





