Keren, Ponsel Darurat Bisa Menyala Hingga 15 Tahun
Sains yang memberi kontribusi besar bagi kehidupan manusia zaman sekarang bukanlah ilmu pengetahuan yang langsung ada seperti saat ini. Sains tumbuh bersama perkembangan kebudayaan manusia. Sains berkembang berkat kerja keras para raksasa yang terus menga
Seorang pengunjung menikmati minuman porsi jumbo di House of Raminten, Yogyakarta. TEMPO/Muh Syaifullah
TEMPO.CO , Yogyakarta - Alunan gendhing Jawa Mataraman mengalun syahdu di setiap ruangan. Dua andong besar bertengger menghiasi warung makan itu. Meski tampak beberapa kuda gagah tertambat di istal di belakang warung, tak ada aroma yang mengganggu kenikmatan saat makan.
Bagi penyuka kuliner angkringan di Yogyakarta, tempat nyaman dengan menu lengkap ada di The House of Raminten di kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Pemiliknya, M. Hamzah, menamai Raminten karena dia sering pentas ketoprak dengan lakon Raminten.
Menu angkringan itu tak beda dengan angkringan lain di sudut-sudut kampung. Ada nasi kucing lauk teri, ikan asin, oseng tempe, dan sambal hanya seribu rupiah per porsi. Di luar itu ada lebih dari 30 menu lain yang cukup menggoda untuk dicicipi. Makanan paling murah Rp 1.000 per porsi dan paling mahal Rp 20 ribu. Untuk minuman, paling murah Rp 3.000 dan paling mahal Rp 13 ribu.
Raminten tak hanya menyediakan porsi normal, tapi juga porsi tak normal, atau orang sering menyebut porsi jumbo. Semisal, es kelapa muda dan dawet gladri seharga Rp 13 ribu dan Rp 11 ribu per gelas. "Harga nasi kucing ada tiga macam, porsi kecil seribu rupiah dan paling besar tiga ribu rupiah,” kata Teddy Fernando, Public Relation The House of Raminten, Selasa 17 Januari 2012.
Warung berkonsep angkringan yang dibuka sejak Desember 2008 lalu ini semula hanya buka hingga pukul 00.00 WIB. Namun atas dasar permintaan konsumen, angkringan itu kini buka 24 jam. Bahkan untuk pelancong yang kemalaman tiba di Yogyakarta dan tidak mau menginap di hotel, Raminten menyediakan bantal, guling, dan selimut untuk beristirahat di situ, hingga esok tiba.
Makanan spesialnya, Maheso Selo Gromo, yakni campuran daging sapi dan ayam, ditambah sayur kluwih. Orang biasa menyebutnya hot stone steak, harganya Rp 20.000 per porsi. Selain itu ada brongkos, rawon, nasi liwet, bubur ayam, kupat tahu, bakso, sup Sawunggaling, ayam goreng, ayam bakar, aneka sate, dan lain-lain. Rata-rata harganya tak lebih dari Rp 20 ribu per porsi.
Minumannya, selain aneka es, juga aneka wedang hangat seperti jahe, bandrek, secang. "Juga ada aneka jamu godog untuk obat penyakit batuk, bersih darah, hipertensi, dan bermacam penyakit," kata Teddy lagi. Bagi yang suka bir, ada bir pletok, bir Jawa, bir kocok, dan bir murni bermerek.
Salah seorang pengunjung, Devi Krisma, 25 tahun, warga Purwokerto, Jawa Tengah, mengatakan pada awalnya dia heran saat melihat ada minuman porsi jumbo. Dia mengaku suka nongkrong di tempat itu sampai pagi, dan menikmati jamu karena lebih sehat. "Suasananya asyik, bisa santai sampai pagi dan makanannya komplet," kata pegawai swasta itu.
MUH SYAIFULLAH

