Fauzi Bowo (kedua dari kiri) saat sidak proyek gorong-gorong di Jalan Sudirman, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
Atasi Macet, di Pasar Minggu Dibuat Gorong-gorong
TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan berencana membangun gorong-gorong di Kali Baru Timur, Pasar Minggu, untuk mengatasi kemacetan. "Tahun ini masih sebatas penyusunan proposal pembangunan dan mengurus penerbitan surat keputusan proyek," kata Kepala Suku Dinas PU Jalan Jakarta Selatan, Yayat Hidayat, Selasa 17 Januari 2012.
Menurut Yayat, pembangunan gorong-gorong ini bisa menjadi jalan baru yang mengatasi kemacetan di area Pasar Minggu. Sekaligus, menjadi solusi menambah jalan baru tanpa mengambil lahan di darat, melainkan di atas sungai. Saat ini indeks rasio jalan Jakarta Selatan sebesar 6,28 persen dari yang seharusnya 12 persen. Menurut Yayat, untuk menambah menjadi 1 persen perlu pembebasan tanah seluas lapangan Monas. "Kenapa tidak membangun jalan di atas sungai," ujar Yayat.
Pembangunan jalan di atas sungai dapat dilakukan dengan metode pemasangan box culvert, atau lebih dikenal dengan gorong-gorong. Menurut laki-laki lulusan teknik sipil ITB ini, box culvert adalah sejenis gorong-gorong dari beton dengan ukuran besar.
Pembangunan gorong-gorong di Kali Baru Timur sepanjang 6,1 Km dengan lebar 12 meter. Jalan di atas sungai itu pembuatannya dari sungai dekat terminal Pasar Minggu ke arah Jalan Raya Pasar Minggu, Jalan Saharja, dan Jalan Supomo Jakarta Selatan.
Untuk membangun gorong-gorong, pemerintah tidak terlalu melakukan pembebasan lahan karena dibangun di atas sungai. Hanya pada tempat-tempat tertentu saja yang masyarakatnya mempunyai rumah menjorok ke sungai, baru dilakukan pembebasan lahan.
Menurut Yayat, pengerjaan proyek ini akan dilakukan Dinas PU DKI Jakarta. Sementara pihaknya hanya membuat proposal dan penerbitan surat keputusan ke dinas-dinas seperti Dinas Tata Ruang.
SUNDARI





