Sejumlah anggota Brimob berjaga dilokasi bangunan yang dibakar massa, di Desa Karang Gayam, Omben, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12). ANTARA/Saiful Bahri
Kampung Syiah Sampang Memanas Lagi
TEMPO.CO, Sampang - Dua hari setelah ditariknya 245 personil Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur, situasi kampung syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, sempat memanas hari ini, Rabu, 18 Januari 2012.
Ustad Roisul Hukama, seorang pemuka Sunni di Nangkernang mengatakan ketegangan dipicu oleh penolakan warga akan kehadiran Ustad Syaiful Ulum, ipar pimpinan syiah Sampang, Tajul Muluk, di dusun yang berjarak 10 kilometer dari Kota Sampang tersebut. "Warga bereaksi karena tidak suka pada Ustad Ulum," kata Ustad Roisul kepada Tempo.
Ketegangan terjadi sejak Selasa, 17 Januari 2012 kemarin. Puluhan warga Sunni dengan membawa senjata tajam bersitegang dengan warga Syiah. Aparat keamanan berhasil meredam ketegangan sehingga Rabu siang ini situasi di Nangkernang kembali tenang.
Menurut Roisul, warga Sunni hanya bisa tenang jika empat pentolan Syiah di Sampang, yakni Ustad Tajul, Iklil Almilal, Syaiful Ulum, dan Alimullah tidak kembali lagi ke Nangkernang. "Kalau mereka tetap memaksa pulang ke rumah mereka, saya tidak bisa mencegah amarah warga," ujar Roisul yang tak lain adalah adik kandung Ustad Tajul Muluk.
Roisul memastikan situasi di Nangkernang hingga Rabu siang aman. Selain karena ada tambahan pasukan dari Polda Jawa Timur, Ustad Syaiful Ulum yang diincar warga pada Rabu dinihari sudah meninggalkan Sampang. "Kalau petinggi Syiah tidak pulang ke sini, Insya Allah Nangkernang aman," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Sampang, Komisaris Polisi Danuri, belum bisa dimintai konfirmasi. "Nanti saja, saya masih mau ke Nangkernang," kata dia kepada Tempo.
MUSTHOFA BISRI





