Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang
Infografis
Kepala Polri Janji Tuntaskan Kasus Aceh dan Mesuji
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo berjanji akan lebih optimal dalam mengungkap kasus kekerasan dan teror di beberapa daerah seperti Aceh dan Mesuji.
Menurut Timur, terkait dengan teror penembakan di Aceh, Kepala Kepolisian Daerah setempat telah mengambil langkah antisipatif sampai pemilu kepala daerah (pemilukada) berlangsung 16 Februari 2012 mendatang. Mabes Polri sendiri akan memberikan bantuan untuk mendukung tiap upaya pengamanan jelang pemilukada.
Namun Timur mengimbau agar seluruh warga Aceh bersama-sama menjaga keamanan di Aceh menjelang pesta demokrasi di daerah itu. "Ini semua tentunya akan kembali pada semangat masyarakat yang ada di sana untuk membangun Aceh," ucap Timur kepada wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Polri di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Rabu 18 Januari 2012.
Menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut teror di Aceh terkait dengan pemilukada, Timur semakin mendorong jajarannya untuk bekerja lebih optimal. "Pernyataan ini menyemangati kita untuk mengungkap kasus tersebut," ujarnya.
Sejauh ini Polri belum berhasil mengidentifikasi motif dari serangkaian teror yang terjadi di Aceh. Menurut catatan, dalam sebulan terakhir sudah terjadi lima kali penembakan dan satu kali insiden pelemparan bom molotov yang menewaskan 10 orang dan 13 korban luka. Insiden terjadi tersebar di Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen. Awalnya pelaku menyasar warga sipil, terakhir targetnya adalah calon bupati Aceh Utara, Misbahul Munir.
Terkait dengan kasus Mesuji, Kapolri berjanji untuk mengungkap dugaan tindak kekerasan aparat yang terjadi di sana. Ia juga akan mengusut dugaan adanya aliran dana dari perusahaan perkebunan kelapa sawit di Mesuji Lampung dan Mesuji Sumatera Selatan ke Polri. "Saya akan ungkap sepenuhnya. Apalagi kalau temuan itu betul sepenuhnya," ujar Timur.
ANANDA W. TERESIA





