foto

Spanduk penolakan MRT layang terpasang di depan toko-toko sepanjang Jl. Panglima Polim hingga Fatmawati, Jakarta Selatan. TEMPO/Maria Yuniar

Aksi Spanduk Putih Tolak MRT  

TEMPO.CO, Jakarta - Warga pemilik toko di sepanjang Jalan Panglima Polim hingga Fatmawati, Jakarta Selatan, menolak pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) yang akan segera dilakukan. Mereka melakukan aksi pasang spanduk putih di toko-toko mereka sejak Rabu 18 Januari 2012 petang.

“Kami mendukung MRT dengan catatan dibangun di bawah tanah,” kata Ruseno dari toko Abadi Jaya. Toko ini terletak di Jalan Fatmawati.

Pembangunan jalur MRT dengan konstruksi melayang seperti yang telah mulai disosialisasikan bulan lalu diyakini akan merugikan mereka, para pemilik toko di kawasan tersebut. Pasalnya, toko-toko akan tertutup jalur MRT. Belum lagi kekhawatiran kolong konstruksi yang akan berubah kumuh.

“Kami warga dari Sisingamangaraja-P. Polim & R.S. Fatmawati MENOLAK MRT Layang!!! DAN MENDUKUNG MRT BAWAH TANAH (SUBWAY)!!!” begitu bunyi tulisan dalam spanduk yang dipasang para pemilik toko.

Spanduk tersebut di banyak toko, mulai dari toko furniture, properti, hingga elektronik. Jumlahnya pun bervariasi. Ada toko yang hanya memasang satu spanduk. Tapi ada sebuah toko elektronik yang memasang hingga sembilan spanduk, yang bahkan hampir menutup sebagian spanduk promosi toko tersebut.



 



 



 



MARIA YUNIAR