Warga mengungsi di jalan tol akibat banjir menggenangi rumah mereka di kabupaten Serang, Banten (15/1). Banjir di Banten telah menggenangi lebih dari 2.000 rumah sejak Jumat belum ada laporan korban jiwa sejauh ini. REUTERS/Aulia Pratama
Topik
Foto Terkait
Gardu Terendam, Listrik di Serang Dipadamkan
TEMPO.CO, Serang - Banjir di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, merendam delapan gardu listrik yang berada di kawasan Ciruas dan Cikande. Akibatnya, aliran listrik yang berasal dari delapan gardu tersebut terpaksa dipadamkan. Tidak hanya itu, banjir juga telah merobohkan 23 rumah dan menghanyutkan empat rumah.
“Kami terpaksa melakukan pemadaman gardu yang terendam banjir untuk mencegah konsleting listrik," kata Humas PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Banten Utara Muharman Sismanto, Rabu, 18 Januari 2012.
Delapan gardu yang dipadamkan antara lain: Tambak Pasir, Curias, Cokande, Bumi Negara Lestari, dan Undar Andir. Pemadaman aliran listrik di gardu-gardu itu berlangsung sejak kawasan tersebut terendam banjir, Sabtu, 14 Januari 2012.
Akibat pemadaman itu, ratusan pelanggan di daerah tersebut terpaksa tidak mendapatkan pasokan listrik. “Namun, pemadaman ini tidak berlangsung lama. Insya Allah hari ini aliran listrik sudah kembali normal,” katanya.
Menurut dia, seluruh teknisi yang berada di PLN APJ Banten Utara saat ini sedang melakukan perbaikan dan membersihkan delapan gardu yang terendam banjir. Sismanto menolak memberikan keterangan perihal jumlah kerugian yang dialami oleh PLN APJ Banten Utara akibat banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Suyadi Wiraatmadja, mengatakan kondisi banjir di Banten mulai surut. BPBD Banten saat ini tengah melakukan pendataan kerugian akibat banjir, seperti sawah yang rusak, rumah warga, dan fasilitas infrastruktur lainya. “Kami segera mendata berapa kerugian akibat banjir, kemudian hasilnya akan dikoordinasikan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” katanya.
WASI’UL ULUM





