Syaifullah Yusuf/Gus Ipul.(TEMPO/Dwidjo U Maksum)
Gus Ipul Minta Semua Pihak Tahan Diri
TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta seluruh warga Syiah di Sampang dan masyarakat di sekitar komunitas Syiah saling menahan diri untuk tidak melakukan tindakan provokatif. "Semalam saya dapat informasi warga sama-sama bawa senjata, tapi untungnya langsung bisa dicegah aparat," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Rabu, 18 Januari 2012.
Berdasarkan informasi yang diterima Gus Ipul, aksi saling mempersenjatai diri bermula ketika salah satu saudara Ustad Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang, ke Dusun Nangkernang. Saat itu, karena merasa takut, saudara dari Tajul ini membawa senjata tajam. Melihat itu, warga pun saling mempersenjatai diri mereka dengan aneka senjata tajam.
Polisi saat itu langsung melakukan sweeping dan menyita seluruh senjata tajam, seperti celurit hingga pisau dapur. Gus Ipul berharap seluruh warga saling menahan diri dan memegang teguh kesepakatan untuk saling berdamai. Apalagi, Tajul Muluk juga sudah bersedia untuk tak menetap di Sampang dan memilih pindah ke Malang.
Dihubungi terpisah, tim kuasa hukum Ahlul Bait Indonesia, Muhammad Hadun Hadar, membenarkan adanya aksi sweeping yang dilakukan polisi. "Sweeping dilakukan pagi tadi. Semua diambil, bahkan pisau dapur juga," ujarnya.
Akibatnya, warga Syiah yang ada di dusun itu saat ini tak lagi memiliki pisau sehingga kesulitan untuk melakukan aktivitas memasak. Warga juga tak bisa lagi mencari rumput karena sabit mereka juga diambil paksa oleh polisi.
FATKHURROHMAN TAUFIQ





