foto

REUTERS/Oleg Urusov

Rusia Curigai Amerika Sabotase Phobos-Grunt

TEMPO.CO , MOSKOW:- Gagal mengirimkan wahana antariksa termahal membuat gondok pejabat penerbangan Rusia. Mereka mulai mencari tahu penyebab kegagalan Phobos-Grunt, termasuk mencurigai kemungkinan aksi sabotase yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Deputi Urusan Industri Militer Rusia Dmitry Rogozin ikut berbicara mengenai kemungkinan sabotase ini. "Kehilangan wahana ini mungkin saja disebabkan aktivitas radar Amerika Serikat," kata dia seperti dilansir kantor berita Rusia, RIA Novosti, Selasa 17 Januari 2012 lalu.

Pemerintah Rusia lantas membuat komisi khusus untuk menyelidiki penyebab kegagalan ini. Kepala Komisi Yury Koptev mengatakan akan membuat eksperimen untuk meniru skenario "hantaman" radar terhadap Phobos-Grunt. Hasil eksperimen, kata Yury, memungkinkan kami membenarkan atau menepis kemungkinan skenario "hantaman" radar.

Kepala Roscosmos--badan antariksa Rusia--Vladimir Popovkin sebelumnya menyebutkan kegagalan fungsional Phobos-Grunt disebabkan oleh "interferensi fasilitas teknik asing".

Satu sumber menyebutkan ada kemungkinan "hantaman" radar ini berasal dari fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Kepulauan Marshall. Namun sumber di industri antariksa Rusia tersebut enggan menyebut jenis radar penyebab gangguan itu. Lebih jauh, kegagalan ini lebih tepat disebut sebagai kecelakaan ketimbang sabotase.

Dalam skenario "hantaman" radar, para ahli menyebutkan pancaran radio dari bumi menghasilkan interferensi gelombang yang menyebabkan arus pendek pada papan sirkuit di dalam Phobos-Grunt. Akibatnya, roket yang seharusnya mendorong wahana dari ketinggian 345 kilometer menuju luar angkasa gagal berfungsi.

Roscosmos sendiri mengatakan akan menyampaikan kesimpulan awal kecelakaan wahana senilai US$ 170 juta ini kepada komisi pada 20 Januari 2012. Kesimpulan akhir akan dibuka kepada masyarakat enam hari berikutnya.

Phobos-Grunt diluncurkan pada 9 November 2011, tapi tersangkut di orbit rendah akibat kegagalan roket pendorong. Akibatnya, wahana ini turun perlahan menuju bumi sampai akhirnya menghujam Samudera Pasifik bagian selatan pada 16 Januari 2012.

Menurut lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, Rusia mengalami 17 kali kegagalan dalam upaya mencapai Mars yang dilakukan sejak 1960. Kegagalan terakhir Rusia terjadi pada November 1996, ketika pengorbit bernama Mars-96 hilang saat peluncuran.

| RIAN RU | ANTON WILLIAM