Dahlan Iskan. TEMPO/Hariandi Hafid
Infografis
Dahlan Iskan Tak Bantah, Malah Bercanda
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan enggan menanggapi pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin. Nazaruddin menyebut Dahlan mendapat fee dari dua proyek pembangkit listrik senilai Rp 2,2 triliun di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada 2010 lalu.
"Untuk apa ya? Masak saya gitu-gitu," ujarnya balik bertanya kepada wartawan sebelum mengikuti acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2012 di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Januari 2012.
Bekas Direktur Utama PLN ini malah bercanda soal tuduhan itu. Menurut dia, Nazaruddin bisa saja menyebut hal tersebut tanpa tahu apakah benar duit itu sampai kepadanya. "Coba diusutlah, karena kan belum sampai ke saya. Masih nyasar ke mana gitu, siapa tahu masih nyasar di sekretaris dia," ujarnya dengan santai.
Dahlan sedikit memaparkan dua proyek pembangkit listrik di Kalimantan dan di Riau itu. Menurutnya, proyek tersebut murni dari PLN. Dengan hitungan kasar, dua proyek masing-masing 200 megawatt itu senilai Rp 4 triliun. "Itu kan Nazaruddin mengatur proyek-proyek APBN yang proyeknya ditentukan di DPR. Proyek itu sama sekali enggak ada hubungan sama APBN dan DPR," kata dia.
Ditanya lagi apakah dirinya membantah menerima fee tersebut, Dahlan tertawa malah. "Ngapain harus membantah? Biasanya yang membantah itu benar," kata dia.
MUNAWWAROH
Berita Bisnis Terpopuler
Dahlan Iskan Pro Sepeda Motor, Jangan Disumpah
Dahlan Iskan, Jangan Terlena Status dan Statistik
Menko Hatta Lagi Buka Lowongan
Pertamina dan SPBU Tidak Siap Pembatasan 1 April
Samsung Dikabarkan akan Beli RIM
Dow Jones Melejit Setelah IMF Beri Harapan Eropa
IHSG Tembus Level 4.000





