TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Boediono: Tanpa Hukum, Demokrasi Jadi Anarki
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono menegaskan pentingnya penegakan hukum dalam menjalani pemerintahan pada 2012. Boediono juga menekankan kepada semua pihak agar bisa menjaga ketertiban pada 2012 ini. "Suasana yang kondusif itu untuk mencapai kinerja yang diinginkan,” kata Boediono saat memberi arahan dalam Rapat Kerja Pemerintah 2012 di PRJ Kemayoran, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2012.
Menurut Boediono, penegakan hukum dan ketertiban merupakan hal yang paling dasar bagi demokrasi. Wakil Presiden juga mengutip ucapan orang bijak yang menyebutkan, tanpa hukum dan ketertiban, demokrasi hanya akan menjadi anarki. ”Itu yang perlu kita ingatkan semua," ujar Boediono.
Untuk menjalankan demokrasi dengan baik, Wakil Presiden meminta kepada semua pihak untuk menjaga dan mengawal penegakan hukum dan ketertiban itu. Kalau tidak, dia kembali menegaskan, demokrasi akan menjadi anarki. "Banyak sekali maknanya yang harus kita dalami," ujarnya.
Untuk itu, Boediono meminta kepada seluruh pemerintah daerah agar memperkuat komunikasi dengan membentuk forum. Forum komunikasi daerah itu dimaksudkan Boediono sebagai pengawalan hukum dan ketertiban di daerah. "Mungkin bisa dengan memasukkan tokoh masyarakat bahkan Komnas HAM dan lain-lain," kata dia.
Forum komunikasi itu juga dimaksudkan agar setiap pemimpin daerah bertanggung jawab langsung dalam hal penegakan hukum dan ketertiban. Keterlibatan pemimpin daerah itu dinilai penting oleh Boediono sebagai upaya deteksi dini terhadap suatu masalah sebelum masalah itu menjadi besar. "Harus ada sistem di tingkat nasional dan daerah yang bisa merespons law and order secara efektif," kata Boediono.
Dalam acara yang digelar di arena Pekan Raya Jakarta itu, Boediono memberikan pengarahan selama kurang lebih satu jam kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Acara itu juga dihadiri oleh gubernur dan bupati se-Indonesia. Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan pengarahan dalam rapat tahunan itu pada sore hari.
DIMAS SIREGAR





