foto

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus yang terjadi di Mesuji, di Gedung Kadiv Humas Mabes Polri Jakarta, Rabu, (21/12). Tempo/Aditia Noviansyah

Polri-TGPF Siap Adu Video Mesuji

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI siap mengadu rekaman videonya dengan video yang dimiliki Tim Gabungan Pencari Fakta Mesuji terkait dugaan pelanggaran HAM atas kematian Made Aste, korban tewas di Register 45, Mesuji, Lampung.

Polri mengaku memiliki rekaman video berisi gambar Made Aste memegang parang dan menyerang Ajun Komisaris Besar Priyo saat terjadi bentrok di Register 45, Mesuji, Lampung.

"Iya, tidak ada masalah (diadu). Nanti kan kita uji di persidangan," ujar Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di sela-sela Rapat Pimpinan Polri, Kamis, 19 Januari 2012.

Berdasarkan salah satu rekaman video yang dimiliki TGPF, saat ditembak, Made sedang tidak membawa parang. Sementara itu, menurut versi polisi, Made ditembak oleh Bripda Setiawan karena ia membacok AKBP Priyo dari belakang.

"Data-data tersebut akan kita cross check dan nanti kalau dibilang relevan, kita ajukan (sebagai barang bukti)," ujar Saud.

Sementara itu TGPF mengaku memiliki video berdurasi 6 menit 31 detik yang menunjukkan seseorang dari tim gabungan sengaja meletakkan parang ke tangan Made yang tengah sekarat.

ANANDA W. TERESIA | IRA GUSLINA