foto

TEMPO/Fahmi Ali

Perampok Alfa Mengaku Bergaya Robin Hood

TEMPO.CO, Jakarta - Perampok Alfa Express, Rio, mengaku bergaya Robin Hood karena dia mengambil uang terlalu banyak di brankas minimarket di Cilandak, Jakarta Selatan itu. "Saya sadar saya sudah mengambil terlalu banyak. Saya tidak butuh uang sebanyak itu, karenanya saya berikan saja kepada orang-orang," ujar Rio, di Polres Jakarta Pusat Kamis 19 Januari 2011.

Belakangan Rio, 25 tahun, baru sadar telah merampok sekitar Rp 35 juta dari brankas Alfa Ekspress Senin pagi 16 Januari 2011. Bak perilaku Robin Hood dalam cerita rakyat di Inggris, Rio memaksa pegawai Alfa Express menerima uang Rp 500 ribu hasil jarahannya dengan todongan piston airsoftgun. Rio bahkan mengaku tak tahu persis jumlah uang yang dia berikan. “Yang pasti, saya berikan tiap orang dua bundelan uang kertas.”

Dia juga memberikan uang kepada pemulung dan tukang sampah. "Saya kasih mereka uang karena mereka juga mau bekerja sama (tidak melawan) ketika saya minta," kata Rio yang mengaku kabur memakai ojek usai merampok Alfa Express.

Rio yang bekerja pada satu event organizer itu mengaku terpaksa merampok karena diburuh penagih hutang. "Saya tengah dikejar kejar debt collector. Saya lagi butuh uang," ujarnya. Rio mengungkapkan, dia terlilit hutang kredit motor. Ia saat ini tengah membutuhkan sekitar Rp 7,5 juta untuk melunasi hutang itu. “Solusi terbaik adalah merampok minimarket,” katanya.

Sebagai koordinator event organizer, Rio mengaku, tak menghasilkan banyak uang. Apalagi, katanya, belakangan ini dia tak banyak memperoleh proyek. "Lagi sepi akhir-akhir ini. Saya gak dapat banyak uang," ujar Rio.

ISTMAN MP