Suasana ruang rapat Badan Anggaran yang baru direnovasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (17/1). Proyek pembangunan dan renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
Badan Anggaran Nilai Ruangan Lama Tak Layak
TEMPO.CO, Jakarta- Badan Anggaran DPR menilai ruangan yang lama sudah tidak representatif untuk menjalankan tugas mereka. Karena itu Badan Anggaran mengajukan usulan ke Sekretariat Jenderal DPR untuk menyediakan ruangan baru. "Ruangan sudah tidak memenuhi syarat," kata Ketua Badan Anggaran, Melchias Markus Mekeng, di gedung MPR/DPR, Kamis, 19 Januari 2012.
Mekeng menyampaikan surat permohonan penyediaan ruangan baru pada 30 Juni 2011. Mekeng menyatakan ruangan lama tak memenuhi kebutuhan yakni tidak didesain untuk menampung tenaga ahli. Jadi saat rapat dengan Menteri Keuangan, ruangan tak cukup karena ada banyak staf dan tenaga ahli yang tak mendapatkan tempat duduk.
Ruangan yang tak mencukupi membuat beberapa dokumen penting berceceran. "Ini berbahaya bagi negara jika tidak dirapikan," katanya.
Mekeng menyatakan Badan Anggaran mengadakan rapat dengan Sekretariat Jenderal sebanyak dua kali. Pada rapat pertama, Badan Anggaran menyampaikan usulan penyediaan ruangan kepada Setjen. Sedangkan pada rapat kedua membahas desain ruangan yang dibutuhkan.
Badan Anggaran minta ruangan tak mencerminkan identitas khusus salah satu partai, penerangan lebih optimal, dan dinding tidak berwarna gelap. "Kami tidak meminta angka-angka," katanya. Mekeng menjelaskan dia hanya minta disediakan sarana. Menurutnya, Badan Anggaran hanya sebagai pengguna. Penentuan anggaran dilakukan oleh Sekretariat Jenderal. "Penentuan spesifikasi bukan domain kami," katanya.
Terkait dengan rekaman yang berisi permintaan spesifikasi oleh Badan Anggaran, Mekeng mempersilakan dibuka. Tapi, jika rekaman dibuat tanpa izin, dia akan memperkarakan Sekretaris Jenderal.
Wakil Ketua Badan Anggaran, Tamsil Linrung, menyatakan keperluan ruangan merupakan sesuatu yang wajar. Dia menyatakan Badan Anggaran tidak akan menggunakan ruangan sebelum audit keuangan proyek dilakukan.
I WAYAN AGUS PURNOMO





