foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyon. ANTARA/Widodo S. Jusuf



SBY Sebut Politik Uang Itu Racun  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut stabilitas politik nasional pada 2011 lalu relatif terjaga. Namun, masih ada beberapa hal yang menjadi tantangan pada tahun ini. Salah satunya fenomena politik uang yang terus berkembang.

"Kalau dibiarkan akan mencederai dan merusak demokrasi yang bermartabat. Hati-hati, ini racun," kata Presiden saat pidato penutupaan rapat kerja pemerintah di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 19 Januari 2012.

Menurut SBY, tak ada kasus besar pada 2011 yang membuat stabilitas politik di pusat atau daerah menjadi goyang. Ini ditunjukkan dengan kenaikan pangkat peringkat utang dan ekonomi tumbuh yang dengan baik.

"Jadi tidak perlu terlalu cemas, kalau sekali-sekali ada gejolak politik, riak-riak politik, itu wajar. Karena ini negara demokrasi," ujar Yudhoyono sembari menambahkan, pemberantasan korupsi dan narkoba mencatat prestasi.

Tantangannya, kata Presiden, masih ada penyimpangan dan korupsi yang terjadi baik di pusat maupun di daerah. Termasuk korupsi dan kolusi di sektor perpajakan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Kolusi dan korupsi melibatkan anggota DPR dan unsur-unsur pemerintah.

SBY tak menampik adanya kekerasan horizontal dan aksi-aksi anarkistis akhir-akhir ini. Presiden sudah memerintahkan kepolisian menangani kasus tersebut dengan baik.  "Setiap saat bisa terjadi, saya mengikuti setiap harinya, di seluruh Tanah Air," kata dia.

Konflik warga belakangan marak di sejumlah lokasi. Seperti kasus penembakan di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara, yang dipicu protes penduduk terhadap rencana ekploitasi tambang mas di sana. Kasus ini menelan dua korban tewas akibat tertembak.

Peristiwa yang menelan korban jiwa juga terjadi di Mesuji, Lampung dan Mesuji wilayah Sumatera Selatan. Kasus ini dipicu sengketa perkebunan sawit, yang dikuasai oleh sejumlah perusahaan swasta.

Insiden pembunuhan juga berlangsung di Aceh. Sedikitnya 11 penduduk tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini disinyalir terkait dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Bumi Serambi Mekah ini.

MUNAWWAROH