foto

Christine Lagarde. REUTERS/Jonathan Ernst

IMF Cari Pendanaan Baru US$ 600 Miliar  

TEMPO.CO, Washington— Lembaga Moneter Internasional (IMF) sedang berusaha mencari dana tambahan hampir dua kali lipat senilai US$ 600 miliar untuk meningkatkan perannya guna mengurangi dampak krisis utang Eropa. Namun rencana tersebut menghadapi hambatan dari Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya.

AS dan Kanada pada Rabu kemarin mengatakan Eropa harus berusaha lebih keras untuk dapat menyelesaikan krisis utang mereka. Hal ini memunculkan keraguan bahwa perundingan negara–negara yang tergabung dalam G20, yang dijadwalkan berlangsung hari ini di Meksiko, dapat meletakkan dasar kesepakatan untuk memperkuat pendanaan buat IMF.

Jepang dan Korea Selatan juga menginginkan Uni Eropa berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalahnya. Sementara Cina juga mungkin akan berkeras memasukkan persyaratan ketat sebelum mendukung pendanaan bagi IMF. “Kami tetap percaya bahwa IMF dapat memainkan peran yang penting di Eropa, tapi hanya sebagai pendukung dari usaha Uni Eropa sendiri,” kata juru bicara Departemen Keuangan AS.

Wakil pejabat dari kelompok G20 akan bertemu di Mexico City hari ini dan Jumat besok. Pertemuan itu   membahas peningkatan kapasitas pinjaman guna mereda kekhawatiran di pasar keuangan, pendanaan Eropa, serta menopang apresiasi euro.

Sumber dari IMF mengatakan dunia saat ini membutuhkan pendanaan US$ 1 triliun selama dua tahun ke depan jika kondisi ekonomi global terus memburuk. Sedangkan kapasitas pinjaman IMF saat ini hanya sekitar US$ 380 miliar. Saat ini IMF sedang berusaha mencari sumber pendanaan senilai US$ 600 untuk memenuhi kebutuhan pinjaman. Dari jumlah tersebut, US$ 500 miliar untuk pinjaman dan US$ 100 miliar untuk dana cadangan.

Juru bicara IMF yang dikonfirmasi mengatakan lembaganya memang sedang mencari pendanaan senilai US$ 500 miliar. Jumlah itu mencakup komitmen dari Eropa untuk menyuntikkan dana senilai US$ 200 miliar ke IMF.

AS berulang kali mengatakan tidak akan berkontribusi lebih banyak untuk pendanaan IMF. Dengan cekaknya anggaran AS, Kongres dari Partai Republik pasti akan mengecam bila negaranya menambah pendanaan US$ 100 miliar untuk penyelamatan Eropa.

Gedung Putih tidak mungkin akan mengambil risiko dengan masalah ini karena Presiden Barack Obama akan kembali mencalonkan diri menjadi presiden tahun ini. “Kami telah memberi tahu mitra internasional kami bahwa AS belum ada niat mencari tambahan pendanaan baru bagi IMF,” kata pejabat keuangan AS.

"Cina juga cenderung menahan diri untuk meningkatkan pendanaan bagi IMF kecuali sejumlah kondisi terpenuhi,” kata Xiang Songzuo, Wakil Direktur Institute Moneter International di Beijing. Dia juga mengatakan ini mencakup hak suara yang lebih banyak untuk Cina dan negara–negara berkembang lainnya, mengubah sikap IMF terhadap negara-negara berkembang, serta membuat mekanisme penyelamatan krisis yang jauh lebih transparan. “Proses negosiasi ini akan memakan waktu yang lama,” ujar Xiang.

Sedangkan Bank Sentral (Cina BPoC) menolak  mengomentari peningkatan sumber pendanaan IMF.

REUTERS VIA YAHOO FINANCE| VIVA B. K