foto

Gita Wiryawan. TEMPO/Amston Probel

Realisasi Investasi 2011 Melampaui Target  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan menyebutkan realisasi nilai investasi tahun 2011 cukup menggembirakan.

"Pencapaian investasi terus meningkat, terutama pada triwulan keempat 2011," kata Gita dalam konferensi pers realisasi penanaman modal dalam negeri dan asing (PMDN-PMA) 2011, di Kemayoran, Kamis, 19 Januari 2012.

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan IV (Oktober-Desember) 2011 sebesar Rp 70,2 triliun. Jumlah itu meningkat 19,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi investasi PMDN dan PMA periode Januari sampai Desember 2011 mencapai Rp 251,3 triliun, melampaui target Rp 240 triliun. Sedangkan bila dibandingkan dengan capaian pada periode sama 2010 ada peningkatan 20,5 persen dari nilai Rp 208,5 triliun.

Gita menyebutkan realisasi penerimaan PMDN periode Januari-Desember 2011 mencapai Rp 76 triliun. "PMDN naik 29 persen dari total penerimaan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 60,5 triliun," ujar Gita.

Sedangkan realisasi penerimaan PMA naik 69,8 persen menjadi Rp 175,3 triliun. "PMA realisasinya turun, tapi angka absolutnya meningkat dibanding tahun lalu," katanya. Tahun lalu penerimaan PMA sebesar Rp 148 triliun atau sebesar 71 persen dari total investasi.

Gita menambahkan untuk realisasi investasi PMDN pada triwulan keempat 2011 naik 9,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai realisasi investasinya naik dari Rp 22 triliun menjadi Rp 24 triliun.
Kemudian realisasi investasi PMA pada triwulan keempat 2011 juga meningkat 25,2 persen menjadi Rp 46,2 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 36,9 triliun.

Pencapaian tinggi pada triwulan keempat 2011 didorong adanya perbaikan peringkat oleh lembaga pemeringkat internasional yang menempatkan Indonesia pada posisi layak investasi.

Realisasi PMDN paling besar disumbang oleh sektor pertambangan (Rp 4,2 triliun), industri kertas, barang dari kertas dan percetakan (Rp 4,1 triliun), listrik, gas, dan air (Rp 3,7 triliun), industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (Rp 2,6 triliun), serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 2,5 triliun).

Sedangkan realisasi PMA paling besar disumbang sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi (US$ 1,7 miliar), listrik, gas, dan air (US$ 0,7 miliar), industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik (US$ 0,3 miliar), industri makanan (US$ 0,3 miliar), serta industri alat angkutan dan transportasi lainnya (US$ 0,3 miliar).

ROSALINA