Gita Wirjawan. TEMPO/Iqbal Lubis
Topik
Jepang Jadi Investor Asing Kedua Terbesar RI
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Jepang sebagai investor asing terbesar kedua di Indonesia. Nilai investasi Negeri Matahari Terbit ini mencapai US$ 1,5 miliar atau 7,8 persen dari realisasi total penanaman modal asing di Tanah Air. Ini beda tipis dengan nilai investasi Amerika Serikat yang berkisar US$ 1,5 miliar, tapi kontribusinya hanya 7,6 persen.
"Amerika Serikat yang tadinya selama tiga kuartal di 2011 berada di posisi kedua sekarang disalip Jepang," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan, Rabu, 19 Januari 2012. Ia memperkirakan investor asing termotivasi dengan posisi Amerika dan Korea Selatan belakangan ini yang semakin ekspansif di Tanah Air. Korea Selatan untuk pertama kalinya masuk dalam posisi lima besar dalam kategori penanaman modal asing (PMA) di Indonesia.
Secara keseluruhan Singapura menjadi investor asing terbesar di Indonesia dengan realisasi investasi mencapai US$ 5,1 miliar atau 26,3 persen dari realisasi PMA tahun sebelumnya.
Kemudian disusul Jepang di posisi kedua, lalu Amerika Serikat posisi ketiga. Posisi keempat ditempati Belanda dengan nilai investasi US$ 1,4 miliar atau sebesar 7 persen dan Korea Selatan US$ 1,2 miliar atau sebesar 6,3 persen.
Gita yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan menyebutkan Inggris terlempar dari lima besar investor asing di Indonesia. Padahal pada 2010 Inggris mencatatkan diri di posisi kedua.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, ke depannya, tren investasi akan lebih banyak ke sektor infrastruktur, energi, gas, dan telekomunikasi. "Untuk peningkatan hilirisasi oleh swasta, kami harus meyakinkan mereka dari segi kecukupan listrik," ujarnya dalam kesempatan sama.
Sedangkan untuk pembangunan pabrik, BKPM memprioritaskan peningkatan pabrik pengolahan. "Sekarang yang kami cari adalah pabrik pengolahan. Jadi silakan kalau mau bangun industri pengolahan," ujarnya.
ROSALINA





