Teater Getapri Pentaskan Naskah Trilogi Anak

TEMPO.CO, Jakarta - Teater Getapri akan menggelar pentas teater anak-anak hingga bulan Maret 2012. Dengan mengambil tajuk cerita berjudul Anak Anak Pemberani, pementasan akan dilakukan Januari hingga Maret.

Sebagai pembuka, cerita para anak pemberani itu diawali dengan kisah Telaga Angker, yang tampil pada 15 Januari 2012 lalu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Telaga Angker berkisah tentang investigasi ala anak-anak demi menyelamatkan lingkungan bermain mereka di sebuah telaga asri. Mereka mencurigai adanya tindakan tercela orang-orang asing yang ingin menggusur lahan bermain mereka di pinggir telaga dengan menyebar berita horor. Tujuannya agar anak-anak takut dan percaya bahwa telaga itu angker karena banyak anak-anak hilang di tempat itu.

“Pertunjukan ini sebagai upaya memperkenalkan budaya Nusantara kepada anak-anak dengan cara yang disukai,” ujar pimpinan Teater Getapri, Ayu Basir Nurdin, dalam jumpa wartawan di Jakarta, Sabtu, 14 Januari 2012.

Pertunjukan ini pun akan dibuat secara berkelanjutan atawa striping untuk tayang pada 12 Februari dan 11 Maret 2012. “Naskahnya nanti berbeda-beda, namun masih dalam tajuk cerita utama yang sama, yakni tentang kisah anak-anak pemberani karya Agus Smok,” ujar Ayu.

Menurut Ayu, mengusung teater anak diakuinya lebih sulit dibanding teater orang dewasa atau pelajar. “Yang paling susah adalah membangun mood mereka di atas panggung, tak jarang ada yang nangis dan ngambek,” ceritanya.

Sementara itu, bagi sutradara pentas, Siti Artati, proyek budaya ini adalah pengalaman pertamanya bersama anak-anak. "Saya baru pertama kali menyutradarai anak-anak. Tapi ini juga bukan mau mengeksploitasi mereka. Karena apa yang mereka lakukan juga tidak mengganggu pelajaran sekolah mereka. Malah merangsang sensor motorik mereka," kata Siti.

AGUSLIA