foto

Khaled Meshal. AP/Amr Nabil

Pemimpin Hamas Khaled Meshaal Dikabarkan Mundur  

TEMPO.CO, Jalur Gaza - Khaled Meshaal, pimpinan politik Hamas, mundur dari jabatannya, demikian kolega dekatnya mengemukakan. Mundurnya Marshal hanya beberapa bulan menjelang pemilihan untuk kepemimpinan organisasi Islam Palestina.

Mundurnya Meshaal memungkinkan pemimpin baru untuk mengarahkan Hamas terhadap strategi baru, demikian kata Mustafa Lidawi, seorang mantan wakil Hamas di Lebanon.

Meshaal menjadi kepala biro politik Hamas sejak tahun 1996. Ia berkantor di Damaskus pada tahun berikutnya.

Pada pertemuan di bulan November dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk membahas rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, Meshaal mengatakan ia akan memposisikan organisasi yang dipimpinnya menjauh dari perlawanan dengan kekerasan.

Pendekatan baru ini dikabarkan menyebabkan keretakan dengan kepemimpinan internal Gaza. "Tidak ada perubahan mengenai kebijakan Hamas," kata Mahmoud Zahar, tokoh paling senior Hamas di Jalur Gaza, dalam sebuah wawancara dengan Guardian.

Sikap Meshaal dianggap sebagai akibat dari pemberontakan populis di dunia Arab dan perubahan sikap organisasi-organisasi Islam, seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, menuju kemitraan politik dan wacana baru dengan negara-negara Barat.

Salah satu pejabat Hamas di Gaza berkata, "Meshaal mencoba meyakinkan kepemimpinan di sini bahwa kita harus membuka halaman baru, isolasi yang merupakan beban besar."

Meshaal juga telah mendorong rekonsiliasi Palestina dan pembentukan pemerintah persatuan nasional menjelang pemilihan umum. Namun Meshaal dilaporkan menjadi frustrasi dengan kemajuan yang lambat dan tidak pasti.

TRIP B | Haaretz