foto

TEMPO/Pruwanto

Terumbu Karang di Pesisir Utara Jawa Timur Rusak Parah  

TEMPO.CO, Malang - Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Eriyanto, menyatakan terumbu karang di kawasan pesisir utara Jawa Timur rusak parah akibat pencemaran limbah industri. ”Banyak industri yang membuang limbah secara langsung ke laut tanpa diolah terlebih dahulu,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam lokakarya perairan di Universitas Brawijaya, Kamis, 19 Januari 2012.

Dari sisi urutan penyebab kerusakan terumbu karang di pesisir utara Jawa Timur, tutur Eriyanto, sebanyak 64 persen akibat eksploitasi berlebihan. Selebihnya karena pencemaran, sedimentasi, dan reklamasi pantai.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus merehabilitasi ekosistem terumbu karang melalui program transplantasi terumbu karang. Caranya dengan menanam atau mencangkok terumbu karang. Selain itu memasang terumbu karang buatan. Hasil penangkaran kemudian dilepasliarkan ke laut agar tumbuh menjadi terumbu karang. "Dibutuhkan waktu lama untuk memulihkan terumbu karang," ujar Eriyanto.

Menurut Eriyanto, kondisi terumbu karang yang cukup bagus berada di kawasan konservasi laut di kepulauan Sumenep. Untuk melestarikan terumbu karang di kawasan tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan pemerintah Prancis.

Penyelamatan terumbu karang penting dilakukan karena selain berfungsi sebagai habitat ikan laut juga berpotensi menjadi obyek wisata bawah laut. "Terumbu karang di Sumenep tak kalah indahnya dengan yang ada di Bunaken ataupun di Australia," tutur Eriyanto.

Kepala Subdirektorat Jejaring Data dan Informasi Konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ahsanal Kakasiah, yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut, menjelaskan 42 persen terumbu karang di seluruh Nusantara rusak berat. Sedangkan terumbu karang yang kondisinya bagus sekitar 23 persen, dan hanya enam persen yang kondisinya sangat bagus. "Solusi penyelamatannya dengan cara transplantasi dan terumbu karang buatan," katnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini terus memperluas wilayah konservasi terumbu karang dari 8,3 juta hektare menjadi 10 juta hektare. Jika kondisi terumbu karang kembali pulih, sektor perikanan juga akan pulih. Potensi perdagangan ikan karang hidup mencapai US$ 1 miliar.

EKO WIDIANTO