foto

Priyo Budi Santoso. ANTARA/Yudhi Mahatma

Priyo Ragukan Keaslian Video Mesuji Milik TGPF  

TEMPO.CO, Jakarta -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso masih meragukan keaslian video tragedi Mesuji. Menurut Priyo, banyaknya rekaman tragedi Mesuji yang direkayasa membuat keaslian video tersebut patut dipertanyakan.

"Video Mesuji itu sampai sekarang masih penuh misteri. Laporan yang masuk ke saya, ada bagian-bagian yang sengaja direkayasa. Bahkan ada sebagian yang dibuat di Thailand. Karena masih simpang siur, video seperti ini tidak bisa kita jadikan patokan sepenuhnya," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Jumat, 20 Januari 2012.

Sebelumnya Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Mesuji Denny Indrayana menyatakan timnya menemukan bukti rekayasa laporan mengenai penembakan Made Aste, warga Pelita Jaya, Register 45, Mesuji, Lampung, pada 6 November 2010. Bukti itu berupa rekaman video berdurasi enam menit yang menunjukkan Made Aste tak bersenjata saat ditembak aparat. Parang baru dipasangkan ke tangan Made saat ia sekarat.

Menanggapi video temuan TGPF terakhir itu, Priyo juga masih meragukan keasliannya. Ia meminta TGPF memastikan keaslian video itu. Jika memang benar, lanjutnya, ia meminta semua pihak yang terlibat dalam rekayasa kematian Made Asta diusut tuntas. "Tidak peduli apakah mereka polisi, semua harus diusut tuntas," ujarnya tegas.

Priyo menekankan tragedi Mesuji harus menjadi pelajaran bagi penegak hukum maupun pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus segera menyelesaikan berbagai permasalahan agraria yang sering kali berujung pada konflik berdarah. "Kasus seperti Mesuji tidak boleh lagi terjadi," katanya.

FEBRIYAN

Berita Terkait

Polisi Diminta Usut Pembuat Video Mesuji 

Tim Pencari Fakta Sampaikan Laporan Akhir Mesuji

Ribuan Petani Mesuji Zikir di Lahan Sengketa

LPSK Akan Lindungi Saksi dan Korban Mesuji 

Kasus Mesuji, Polri Pidanakan Tiga Anggotanya