thehackernews.com
Peretas Serang Balik Amerika Serikat
TEMPO.CO, Washington - Departemen Kehakiman Amerika Serikat menutup situs online sharing Megaupload. Alasannya, mereka menganggap situs ini merupakan "organisasi kriminal internasional yang bertanggung jawab terhadap pembajakan besar-besaran di seluruh dunia".
Tidak hanya itu, seperti diberitakan situs teknologi The Verge, Jumat, 20 Januari 2012 , Kim Dotcom, pendiri Megaupload, dan tiga eksekutif situs ini juga ditangkap di Auckland, Selandia Baru, atas permintaan pemerintah AS.
Kim dan kelompoknya dianggap bertanggung jawab terhadap perbuatan kriminal yang telah merugikan pemegang hak cipta dengan nilai lebih dari setengan miliar dolar Amerika.
Tidak terima dengan peristiwa ini, sekelompok peretas yang tergabung dalam kelompok Anonymous kemudian melakukan sejumlah penyerangan terhadap sejumlah situs.
Beberapa situs yang down pascaserangan ini antara lain Departemen Kehakiman AS, Asosiasi Perdagangan untuk Industri Film Amerika atau Motion Picture Association of America (MPAA), Asosiasi Industri Rekaman Amerika atau Recording Industry Association of America (RIA), dan Universal Music Group.
"Pemerintah menutup Megaupload? Haya 15 menit kemudian Anonymous berhasil membuat situs pemerintah dan label rekaman down," tulis kelompok ini melalui Twitternya.
Anonymous menyayangkan pemblokiran situs Megaupload dilakukan sebelum SOPA memiliki kekuatan hukum yang tetap. "Sekarang bayangkan bila SOPA berhasil disahkan. Internet yang selama ini kita kenal akan berakhir. Lawan balik!" ujar kelompok ini menambahkan.
Megaupload merupakan situs yang mendistribusikan berbagai konten digital, termasuk musik dan film. Situs ini mulai beroperasi sejak 2005 dan berpusat di Hong Kong.
THE VERGE | PC WORLD | RATNANING ASIH
Berita Terkait:
Puluhan Seniman Hollywood Menolak SOPA-PIPA
Mengapa SOPA-PIPA Tak Bisa Cegah Pembajakan?
Dampak SOPA-PIPA di Indonesia
Pemerintah Indonesia Diminta Sikapi SOPA-PIPA
Indonesia Bisa Kena Dampak SOPA-PIPA
Protes SOPA, Wikipedia Tutup Sehari
Emoh Dituding Pembajak, Google Ikut ''Blackout''
Alasan Facebook Menentang RUU SOPA-PIPA
Protes Antipembajakan, Google Doodle Dilakban





