foto

Suasana ruang rapat Badan Anggaran yang baru direnovasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (17/1). Nining Indra Saleh di periksa BK terkait Sejumlah proyek pembangunan dan renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR yang menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

Anas: Anggaran Renovasi Ruang Banggar Tidak Pantas

TEMPO.CO, Kupang - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai anggaran Rp 20 miliar untuk merenovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR terlalu besar. "Intinya terlalu besar dan kurang pantas," kata Anas kepada wartawan usai menggelar rapat dengan pengurus Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur di Kupang, Jumat, 20 Januari 2012

Menurut Anas, kekisruhan yang timbul karena terlalu besarnya biaya renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) sangat berpengaruh terhadap citra DPR.

Ihwal renovasi tersebut, kata Anas, sebenarnya hanya masalah teknis. Namun menjadi bahan pembicaraan publik karena jumlah anggarannya yang dinilai tidak pantas. Akibatnya, wacana publik tersebut berpengaruh secara politik. "Masalahnya kemudian berpengaruh terhadap citra Dewan secara keseluruhan," ujarnya.

Karena itu, Anas mengingatkan Sekretariat Dewan (Setwan) dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) agar lebih berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran yang diusulkan alat kelengkapan Dewan. "Setjen DPR dan BURT harus lebih memelototi anggaran yang diajukan sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi. Ke depan harus lebih tertib," ucapnya.

Pro-kontra terus berlanjut setelah Banggar DPR mengusulkan anggaran Rp 20 miliar untuk merenovasi ruang rapat Banggar. Selain nilainya terlalu besar, Banggar juga menentukan spesifikasi barang-barang yang berkaitan dengan renovasi. Berbagai pihak menuding renovasi tersebut sebagai pemborosan anggaran.

Ketua Banggar DPR Melhias Markus Mekeng membenarkan usulan dana sebesar Rp 20 miliar untuk merenovasi ruang rapat Banggar. Namun Mekeng membantah spesifikasi barang ditentukan oleh Banggar. "Kami yang mengusulkan, tapi kami tidak menentukan spesifikasi barang. Itu tugas Setwan," kata Mekeng.

YOHANES SEO