Pekerja usai memasang bola-bola besi penghalang penumpang atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). Setelah akan mengancam akan menghukumpidanakan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mencoba cara baru dengan memasang penghalang berupa bola besi untuk meminimalisir penumpang bandel yang naik di atap gerbong. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Foto Terkait
Bandul Beton, Komnas HAM Tuding KAI Egois
TEMPO.CO, Jakarta- Pemasangan bandul beton untuk menertibkan penumpang yang berada di atas atap kereta merupakan cermin ego sektoral PT Kereta Api Indonesia. Menurut Wakil Ketua Komnas HAM Nur Kholis, PT KAI hanya memikirkan kewajibannya sendiri. ''''Sehingga adanya penumpang yang naik di atap hanya ditertibkan,'''' ujar Nur, Jumat 20 Januari 2012.
Akibatnya, kebijakan tersebut tidak menjawab persoalan dasarnya, yakni kebutuhan penduduk untuk mobilisasi. ''''Terutama kebutuhan penduduk miskin yang memiliki keterbatasan kemampuan,'''' ujar Nur ketika ditemui di Kantor Komnas HAM.
Seharusnya, kata Nur, pihak-pihak yang berkaitan, seperti PT KAI, Kementerian Pekerjaan Umum, maupun penyedia bus negara, melakukan koordinasi yang menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan rakyat itu. Koordinasi itu bisa dilakukan oleh kementerian-kementerian yang bersangkutan.
Selanjutnya, permasalahan itu dibawa ke DPR untuk dibahas kekurangannya. ''''Apakah jalan yang harus ditambah atau menciptakan dan penambahan sarana yang baru. Jadi PT KAI jangan menyelesaikan persoalan itu sendiri, tapi harus dibagi,'''' kata dia.
Bila hal ini tidak dilakukan, menurut Nur, malah akan membuat anggaran negara tidak efektif. ''''Karena mereka bekerja sendiri-sendiri,'''' ujarnya.
PT KAI melakukan pemasangan bandul-bandul beton dengan berat 30 kilogram tiap bandul untuk menertibkan penumpang yang naik di atas atap kereta. Pemasangan bandul itu dilakukan setelah PT KAI juga pernah memasang palang mirip pintu koboi, menyemprotkan cat. Bahkan, juga memberi pelumas pada atap. Tapi semua itu dianggap gagal. Penumpang masih banyak naik ke atap, dan korban terjatuh 20-30 orang tiap tahun.
NUR ALFIYAH





