Aziz Dweik. theglobeandmail.com
Topik
Israel Tahan Anggota Parlemen Palestina
TEMPO.CO, London - Tentara Israel menahan juru bicara parlemen Palestina dari Hamas, Dr. Aziz Dweik, di Tepi Barat pada Kamis, 19 Januari 2012. Menurut pemimpin kabinet Bahaa Yussep, Dweik ditahan di pos pemeriksaan antara Ramallah dan Yerusalem dalam perjalanan menuju Hebron di selatan Tepi Barat.
Menurut saksi mata, serdadu Israel memborgol dan menutup mata Dweik sebelum membawanya ke suatu tempat yang tak diketahui.
“Serdadu Israel menahan Dweik di pos pemeriksaan karena dia dituduh terlibat dalam kegiatan terorisme,” kata seorang juru bicara militer Israel.
Azzam al-Ahmad, pejabat Fatah yang menangani proses rekonsiliasi dengan Hamas, mengutuk penahanan itu. “Penahanan ini merupakan aksi lanjutan dari Israel terhadap para anggota parlemen Palestina. Hal itu berlawanan dengan perjanjian awal dengan Israel,” ujarnya.
Dweik, profesor geografi dari Universitas Al-Najah di selatan Tepi Barat, terpilih mewakili konstituen Hebron dan menjadi juru bicara parlemen sesi pertama pada Februari 2006.
Dia merupakan anggota Hamas yang menguasai Gaza. Namun, dia tinggal di wilayah Tepi Barat. Penahanan itu terjadi di tengah ketegangan antara Israel dan Hamas. Rabu lalu, pesawat Israel menyerang sasaran di Gaza dan pasukan Israel menyerang target di dekat pagar pembatas antara Gaza dan Israel.
Mei 2011, Dweik ditangkap di pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat bersama tiga anggota Hamas lainnya. Salah seorang dari mereka, Nizar Ramadan, ditahan, sedangkan yang lainnya diizinkan melanjutkan perjalanan.
Sejumlah analis mengatakan sekitar 20 dari 74 anggota parlemen dari Hamas ditahan oleh Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2010, termasuk dua orang mantan menteri.
Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris karena menolak meninggalkan kekerasan dan tak mau mengakui Israel.
BBC | SAPTO YUNUS





