Vladimir Putin. REUTERS/Alexander Zemlianichenko
Topik
Popularitas Putin Masih Teratas
TEMPO.CO, Moskow -- Maraknya aksi protes ke pemerintah tidak mempengaruhi popularitas Perdana Menteri Vladimir Putin. Putin menyatakan akan maju dalam pemilihan Presiden Rusia pada Maret 2012. Menurut jajak pendapat yang digelar VTsIOM, Putin menjadi yang teratas. Putin mampu mengantongi 52 persen responden, naik dibanding survei yang digelar 7 Januari yang hanya 48 persen.
Survei ini digelar pada pekan lalu, melibatkan 1.600 responden di 46 wilayah Rusia. Margin of error di bawah 3,4 persen. Sedangkan para penantang Putin jauh tertinggal. Pimpinan Partai Komunis, Gennady Zyuganov, memperoleh 11 persen; pemimpin Partai Demokratik Liberal (LDPR), Vladimir Zhirinovsky, 9 persen; pimpinan Partai A Just Rusia, Sergei Mironov, 4 persen; miliarder Mikhail Prokhorov 2 persen; dan pemimpin Partai Yabloko, Grigory, 1 persen.
Dua calon independen, Gubernur Daerah Irkutsk Dmitry Mezentsev dan Svetlana Peunova, pemimpin Partai Volya, tak mendapatkan dukungan.
Peringkat persetujuan Vladimir Putin telah meningkat selama beberapa minggu terakhir meskipun ledakan protes terhadap pemerintahannya, dengan lebih dari setengah penduduk Rusia siap untuk memilihnya untuk masa jabatan ketiga bersejarah.
Sebuah jajak pendapat oleh ahli jajak pendapat, VTsIOM, yang dikendalikan negara, mengatakan bahwa 52 persen responden mengatakan, pada tanggal 14 Januari, mereka siap untuk memilih Putin sebagai presiden, naik dari 48 persen pada 7 Januari.
Menurut sebuah jajak pendapat oleh Dana Opini Publik (FOM yang dirilis Kamis), peringkat persetujuan Putin juga telah meningkat. Sebanyak 45 persen responden mengatakan, pada tanggal 15 Januari, mereka akan mendukung Putin dalam pemilihan, naik dari 42 persen pada 11 Desember.
Jajak pendapat melibatkan 3.000 responden, yang dilakukan pada 14-15 Januari. Zyuganov mengantongi 11 persen responden, naik dari 10 persen selama periode yang sama.
Namun hasil jajak pendapat yang dirilis dua lembaga itu agak berbeda dengan survei yang dilakukan oleh ahli jajak pendapat independen Levada Centre, yang dirilis minggu lalu. Menurut jajak pendapat itu, hanya 36 persen responden mengatakan, pada bulan Desember, mereka akan memilih Putin, naik dari 31 persen pada November. Dengan begitu Putin harus melewati putaran kedua untuk bisa menang dari para pesaingnya.
RIA NOVOSTI | THE NEW AGE | EKO ARI





