Pameran Leoni Beatrix "52 Wednesdays" di Commonroom, Bandung, 14-21 Januari 2012.
Topik
Foto Terkait
Pesan Cinta Setiap Rabu
TEMPO.CO - Patah hati tak membuat Lioni Beatrik frustrasi. Lewat fotografi, ia berusaha melupakan Alex, lelaki asal Australia yang membuat cintanya ditolak. Foto sebagai terapi itu tengah ia pamerkan dengan tajuk 52 Wednesdays di Commonroom, Bandung, 14-21 Januari 2012.
Tiap Rabu, Lioni Beatrik rutin mengirimkan sebuah foto untuk Alex lewat surat elektronik. Ritual lajang berusia 31 tahun itu berlangsung sejak 15 Desember 2010 hingga 7 Desember 2011. Pekerjaan selama setahun itu menghasilkan 52 foto. "Supaya saya tidak rindu tiap hari dan energi habis untuk berharap terus-menerus," katanya kepada Tempo.
Kiriman foto di Rabu pertamanya bertuliskan I Miss You. Tulisan pada selembar kertas itu bersandar pada boneka plastik Rex, salah satu karakter film animasi Toys Story kesukaannya. Boneka dinosaurus itu kemudian menjadi tokoh utama di setiap foto, dengan kisah berbeda-beda seperti latar tempatnya.
Rex mewakili apa yang dirasakan Lioni sekaligus mengikuti langkah ke mana dara berusia 31 tahun itu pergi. Ke taman bunga matahari, pantai, Jakarta, museum. Sebagian foto terlihat sebagai pernyataan Lioni untuk melanjutkan hidup dan mengikis si pujaan hati di ingatan. Namun seri foto itu tak hanya terikat urusan cinta.
Lihatlah pada kiriman Rabu ke-17 dan 18. Foto itu hanya berisi penuh gambar hitam dan putih. Foto itu dibuatnya sesudah Rex dikisahkan mati dan dikubur akibat kecelakaan lalu lintas, kemudian hidup lagi. "Itu sengaja dikonsep ketika masa pra-paskah dan Rex bangkit lagi ketika minggu Paskah," ujarnya.
Kurator pameran Irma Chantily mengatakan serial 52 foto itu menjadi media ekspresi sekaligus terapi bagi Lioni. Ada kalanya ia bersemangat memotret, tapi kadang ia membenci seluruh kegiatan itu karena merasa telah meneror si pemuda dengan kiriman foto setiap Rabu. Padahal, kata Lioni, lelaki itu tak pernah membahas kiriman foto Rex tiap kali berkomunikasi lewat Internet.
Sebelumnya, mantan pekerja di sebuah galeri seni rupa di Jakarta itu pernah terlibat dalam performance art berjudul Funeral of Caste di India, Theater of the Oppressed, Playback Theater, juga video seni Derau karya R.E. Hartanto. Lulusan jurnalistik Universitas Padjadjaran 2006 itu juga membentuk Kappaletta, sebuah kelompok telegram bernyanyi di Bandung.
ANWAR SISWADI






