foto

Seorang anggota Tim Gegana Penjinak bom dari satuan Brimob Polda Sulteng memcoba memerikasa paket yang diduga bom di Hotel Mery Glow, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/12). ANTARA/Fiqman Sunandar

Teror ''Bom'' di Kantor Gubernur NTB  

TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dikejutkan dengan teror bom pada Minggu pagi, 22 Januari 2012. Bom itu diletakkan di anak tangga paling bawah sebelah utara timur gedung Graha Bhakti Praja di Sekretariat Daerah NTB. Barang itu dikemas dalam kotak kaleng biskuit warna hijau bertulisan "Bom". Tim Gegana Polda NTB segera meledakkan benda itu pada pukul 11.45 siang ini.

Ini adalah teror kedua kalinya yang terjadi setelah libur Natal 2011 yang lalu. Ketika itu kaca pintu menuju ruang tunggu Gubernur NTB dirusak. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB Ibnu Salim yang dihubungi Tempo menjelaskan bahwa temuan kaleng yang dilakban dalam bungkusan kantong plastik tersebut dilihat pertama kali oleh staf sound system di sana, Muhrim, sekitar pukul 06.30.

Ketika petugas berkeliling sebelum pukul 6 pagi, belum ada bungkusan tersebut. "Jam segitu masih agak gelap. Sempat dibuka kantong plastiknya ada tulisan bom di kertas yang menempel," kata Ibnu Salim.

Untuk mencegah timbulnya korban, semula Ibnu Salim meminta untuk melapor kepada Kepolisian Resort (Polres) Mataram. "Jangan sampai timbul korban seperti ledakan bom buku di Jakarta itu," ujarnya. Di antaranya datang Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris M Salehudin. Namun polisi kemudian mendatangkan Tim Gegana. Polisi sudah memasang police line sebelum pasukan Gegana datang. Pagi itu di lantai atas gedung Graha Bhakti Praja ada kegiatan oleh lembaga luar yang menyewa lokal tersebut.

Sewaktu menggunakan peralatan deteksi bom, ternyata tidak ada respons yang menandakan isinya barang elektronik. Setelah mempersiapkan peralatannya, dilakukan peledakan bungkusan kaleng tersebut di sebelah timur gardu listrik di sekitar saluran air, di bawah pohon mahoni atau di sebelah utara gedung Graha Bhakti Praja. Ternyata isinya serpihan kertas dan sepertinya kulit buah manggis. "Ya ini teror bom manggis," ucapnya seraya tertawa.

Peristiwa ini sudah dilaporkan kepada Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi yang sedang dalam perjalanan pulang dari Jakarta, Wakil Gubernur NTB Badrul Munir, dan Sekretaris Daerah NTB Muhammad Nur. "Ya kami harus meningkatkan pengamanan obyek vital di sini," katanya.

Kejadian tersebut tidak ingin terulang lagi mengingat NTB sedang menggalakkan kunjungan wisata melalui Visit Lombok Sumbawa 2012 yang memasang target satu juta wisatawan. Selain itu, aparat keamanan juga diminta mengusut pelakunya. Apalagi di luar hari kerja pintu dalam keadaan tertutup untuk umum.

SUPRIYANTHO KHAFID