foto

Ilustrasi Pembunuhan

Pembunuh PNS Dituding Merencanakan Aksinya  

TEMPO.CO, Jakarta -Pacar Lindy Mellisa Pandoh, Romel Walingkas, menuding pembunuhan kekasihnya sudah direncanakan pelaku Winsy, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Alasannya, korban Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa Selatan ini pernah mengisahkan tersangka Winsy mengutarakan ketertarikan pada pacaranya itu.

Romel Walingkas mengatakan, pernyataan Winsy dianggap angin lalu, karena tersangka sudah menikah dan punya dua anak dari hasil perkawinannya. "Dia pernah mengaku pa torang dia suka pa kita pe cewe. Tapi ya karena dia so menikah jadi torang tau cuma bakusedu," terang Romel. (Dia pernah mengaku ke kita jika dia suka dengan pacar saya. Tapi karena kami tahu dia sudah menikah jadi kami anggap itu bercanda).

Pengakuan sejumlah rekan Lindy, yang teman seangkatan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil 2010, semakin menguatkan dugaan jika tersangka Winsy sudah terobsesi dengan korban Lindy. Rekan-rekan korban mengatakan, tersangka Winsy sering mengikuti kemanapun Lindy pergi seperti ke WC ataupun ke tempat lain.

"Memang kami lihat, kalau Lindy kemana pun, pasti si Winsy mengikutinya. Tetapi kami anggap itu biasa saja," kata sejumlah rekan Lindy Ahad 22 Januari sore tadi. "Tapi kami tak menyangka kalau Winsy tega membunuh Lindy."



 



Pada Jumat 20 Januari, Lindy Mellisa Pandoh ditemukan tak bernyawa dalam sebuah mobil Avansa silver DB 4026 QJ di Pantai Malalayang. Lindy ditemukan dalam keadaan telanjang bulat, dengan luka tikam di sekujur tubuhnya. Dalam mobil tersebut terdapat Winsy yang saat ditemukan polisi berada di atas tubuh korban.

ISA ANSHAR JUSUF