TEMPO/Imam Sukamto
Foto Terkait
Karpet Banggar Ternyata Produk Impor
TEMPO.CO, Jakarta - Karpet yang membentang di ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat seluas 400 meter persegi ternyata merupakan produk impor. Karpet bermerek Milliken itu diduga dipasok perusahaan yang memasok kursi proyek renovasi ruangan itu.
Harga karpet tersebut disebut bernilai Rp 5 juta per meter. Saat dikonfirmasi, perusahaan pemasok itu belum mau menjelaskan. "Lihat saja di situs kami," ujar Veronica, sekretaris pemilik perusahaan tersebut.
Dalam situs yang disebutkan Veronica, terdapat merek Milliken sebagai salah satu produk yang dijual perusahaan furnitur di wilayah Kemang. Tak hanya karpet, perusahaan asal Amerika Serikat ini juga menyediakan produk pelapis dinding berkedap suara. Salah satu unit renovasi proyek ruangan Banggar juga meliputi perbaikan instrumen peredam suara.
Dalam situsnya perusahaan pemasok tadi menyatakan telah menggunakan merek Milliken untuk menangani beberapa proyek interior ruangan di beberapa perusahaan besar di Indonesia. Antara lain di ruangan konferensi Surya Citra Televisi di Senayan serta British International School dan Global Jaya Theatre di Bintaro.
Selain itu ada beberapa perusahaan multinasional menggunakan jasa perusahaan yang sama untuk mengalasi ruangan mereka dengan karpet Milliken. Milliken menyebut diri sebagai karpet berkualitas wahid dengan beragam kelebihan, antara lain kenyamanan, desain menarik, serta daya tahannya.
Karpet impor tersebut menjadi salah satu fasilitas baru di ruang rapat Banggar DPR yang baru direnovasi. Renovasi ini menelan biaya hingga Rp 20 miliar.
M. ANDI PERDANA
Berita Politik Terpopuler
Mengapa Warga Tiong Hoa Pilih Berdagang Ketimbang Berpolitik?
DPR Sempat Alihkan Dana untuk Lapangan Futsal
Imlek, Dahlan Iskan Bagi-bagi Angpao
Aparat yang Menaruh Pedang di Mayat Made Dicari
Polisi Usut Peletak Parang di Tangan Made Aste
Bukti Tertulis Marzuki Alie Soal Proyek Banggar





