Research in Motion (RIM)
Topik
Foto Terkait
Akibat Tekanan Investor, Duet Bos RIM Mundur
TEMPO.CO, Waterloo - Dua petinggi Research in Motion (RIM), Co-CEO Jim Balsillie serta Presiden dan co-CEO Mike Lazaridis, mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Pengunduran diri keduanya disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis RIM, Minggu, 22 Januari 2012. Lengsernya duet kepemimpinan ini tak lain akibat tekanan para investor yang menilai mereka tak cakap membawa perusahaan itu menuju sukses dalam tempo empat tahun terakhir.
Kini yang menjabat sebagai CEO dan Presiden RIM adalah Thorsten Heins. Ia merupakan mantan eksekutif Siemens yang bergabung dengan perusahaan Kanada ini pada akhir 2007.
Selain Heins, ada satu lagi petinggi yang bakal mengisi posisi penting di RIM. Dia adalah Barbara Stymiest, seorang anggota dewan independen yang pernah memimpin Bursa Efek Toronto. Stymiest menjabat sebagai chairman dan mengambil alih peran yang pernah dilakukan Lazaridis dan Balsillie.
Analis GMP Securities, Michael Urlocker, pesimistis keduanya mampu mendongkrak pamor RIM. "Saya tak yakin seorang insinyur yang menjadi CEO baru ini bisa mengatasi isu sentral yang dihadapi RIM," kata Urlocker seperti dikutip Reuters, Senin, 23 Januari 2012.
Duet kepemimpinan Lazaridis dan Balsillie tercatat mampu membuat RIM meraup pendapatan US$ 20 miliar tahun lalu. Sayangnya mereka dinilai gagal melawan dominasi Apple dan perangkat Google Android.
"Dalam pertumbuhan setiap perusahaan, ada saatnya ketika pendiri menyadari kebutuhan akan kepemimpinan baru," kata Lazaridis. "Kami (Jim dan Lazaridis) pikir inilah waktunya."
Setelah lengser dari jajaran pimpinan, Lazaridis dan Balsillie yang memiliki saham RIM terbesar dengan masing-masing lebih dari 5 persen akan tetap menjadi anggota dewan eksekutif.
Lazaridis juga tetap menjadi wakil ketua dan kepala komite inovasi, sebuah divisi yang baru dibuat.
REUTERS|RINI KUSTIANI





