Atraksi Liong di kelenteng Toasebio, Petak Sembilan, Jakarta, (7/1). Kegiatan tersebut untuk menyambut Imlek 23 Januari mendatang. TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
Infografis
Foto Terkait
Fauzi Bowo Jamin Tak Diskriminasi Umat Konghucu
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berkunjung ke Vihara Dharma Bhakti Jin De Yuan, Jakarta Barat, untuk memperingati tahun baru Cina atau Imlek 2563 pada Senin 23 Januari 2012. Dalam kunjungan itu Fauzi menjamin tak akan mendiskriminasi warga Kong Hu Cu.
"Bagi yang beragama Kong Hu Cu, saya jamin akan mendapat hak dan pelayanan yang sama dari pemerintah. Tidak ada diskriminasi," ujar Fauzi yang disambut tepuk tangan oleh umat Vihara Dharma Bhakti.
Fauzi ditemani Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin dan beberapa jajaran pemerintah DKI Jakarta. Selain kepada umat Vihara Dharma Bhakti, Fauzi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh etnis Tionghoa. Menurut Fauzi, tanpa partisipasi keturunan etnis Tionghoa, pembangunan Jakarta tak akan seperti saat ini. "Pemerintah DKI Jakarta menjamin suasana aman, Jakarta milik kita bersama," ujar Fauzi.
Fauzi disambut oleh Yu Ie, pengurus Vihara Dharma Bhakti. Ia mengenakan pakaian tradisional Tionghoa berwarna merah. Ketika selesai mengucapkan sambutan, Fauzi diberi topi tradisional Tionghoa oleh perwakilan RW Kelurahan Glodok, Jakarta Barat. "Ini topi kekaisaran Cina zaman dulu," ujarnya berkelakar.
Dalam kunjungan singkat itu, Fauzi sempat menengok klinik pengobatan umum di Vihara Dharma Bhakti. Fauzi juga berkeliling Vihara, bahkan sempat menyalakan hio dan lilin merah untuk berdoa. Umat Vihara Dharma Bhakti berdesakan ingin melihat Fauzi dari dekat.
Kedatangan Fauzi membuat beberapa pengemis yang mangkal di pelataran Vihara Dharma Bhakti berharap diberi sedekah. "Saya kira Pak Gubernur mau bagi sembako. Sampai saat ini saya baru dapat Rp 4000 dari umat," ujar Atin, pengemis asal Kramat Jati yang tiba di Vihara Dharma Bhakti pada pukul 10. Hingga rombongan Fauzi meninggalkan Vihara, tak ada acara pemberian sedekah kepada pengemis di sekitar wihara dari pemerintah DKI Jakarta.
MARIA GORETTI





