foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

XL Blaast, Bikin Ponsel Jadi Pintar  

TEMPO.CO , Jakarta - Salah satu keunggulan smartphone dibanding ponsel biasa atau feature phone adalah banyaknya aplikasi yang bisa dinikmati, seperti game, jejaring sosial, chatting, dan lainnya.

Sayangnya jumlah pengguna ponsel cerdas belum sebanyak pengguna ponsel biasa. Di Indonesia jumlah pemakai ponsel sederhana masih jauh lebih besar dari pengguna smartphone.

XL menangkap peluang ini dengan menghadirkan aplikasi baru, yaitu XL Blaast. Dengan layanan berbasis Cloud ini pengguna feature phone dapat menikmati berbagai aplikasi yang biasanya diakses melalui smartphone.

"Syaratnya adalah ponsel berbasis Java dan didukung GPRS," ujar Revie Sylviana Andriani Dewi, GM Content and Applications Strategic Business and Innovation XL, pada peluncuran XL Blaast di Jakarta, Selasa, 24 Januari 2012.

Menurut Revie, terdapat lebih dari 500 perangkat yang dapat menggunakan aplikasi ini.

Untuk memakainya, pengguna tinggal mengunduh aplikasi ini via http://xl.blaast.com secara gratis, atau dengan mengirim SMS ''Blaast'' ke 5144. Setelah aplikasi ini terpasang pengguna tinggal mengklik aplikasi yang telah tersimpan, tanpa perlu mengunduh lagi satu per satu.

Terdapat tiga paket berlangganan aplikasi ini, yaitu Rp 1.100 per hari, Rp 5.500 per minggu, atau Rp 16.500 per bulan. Namun pengguna sudah dibebaskan dari biaya data, sehingga semua aplikasi dapat digunakan tanpa batas. "Khusus untuk dua minggu pertama, pengguna baru dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis," ujar Revie menambahkan.

Saat ini Blaast memiliki lebih dari 100 aplikasi, di mana 95 persennya merupakan aplikasi lokal.

"Ini meningkatkan potensi pengembang lokal untuk terus berkembang," ujar Dian Siswarini, Director of Technology, Content and New Business XL.

Ia mengatakan salah satu kemudahan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengembang adalah mereka tinggal melakukan porting di satu platform, tidak perlu dilakukan di berbagai headset seperti sebelumnya.

XL Blaast merupakan kerja sama antara XL dan perusahaan start up asal Finlandia, Blaast. Jonas Hjelt, CEO Blaast, menjelaskan pihaknya memilih Indonesia sebagai tempat untuk meluncurkan produknya ini karena Indonesia memiliki laju pertumbuhan mobile Internet yang meningkat pesat.

"Apalagi Indonesia merupakan negara dengan akun Facebook terbanyak kedua di dunia, dengan pengguna Twitter yang besar, dan juga sangat menyukai chat. Jadi saya rasa merupakan keputusan yang tepat membawa aplikasi mobile ke pasar," ujarnya.

RATNANING ASIH