foto

Suasana ruang rapat Badan Anggaran yang baru direnovasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (17/1). Proyek pembangunan dan renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

Diganti Produk Lokal, Anggaran Banggar 13,4 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Kehormatan Muhammad Prakosa mengatakan bahwa Badan Kehormatan (BK) merekomendasikan agar perlengkapan mewah yang berada di ruang Badan Anggaran (Banggar) diganti.

"BK merekomendasikan pergantian perlengkapan mewah itu dengan perlengkapan produksi dalam negeri yang berkualitas bagus," kata Prakosa di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2012.

Rekomendasi tersebut disampaikan Prakosa setelah mendengar penjelasan dari tiga pihak yang terkait langsung secara teknis, yaitu konsultan perencana PT Gubah Laras, konsultan pengawas PT Jagad Semesta, dan pelaksana proyek PT Pembangunan Perumahan.

Renovasi ruang Banggar yang menghabiskan dana Rp 20,3 miliar menjadi perhatian masyarakat akhir-akhir ini. Ruang rapat baru Badan Anggaran DPR telah dilelang pada bulan Oktober 2011.

Terkait teknis mengganti perlengkapan mewah yang sudah dibeli itu dengan perlengkapan produksi dalam negeri, akan dibicarakan BK bersama sekretaris, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan pelaksana proyek.

"Untuk pelaksanaannya, nanti akan segera dibicarakan dengan Sekjen, konsultan perencana, pengawas, dan pelaksana dalam satu-dua hari," kata Prakosa.

Barang-barang yang diminta untuk diganti dengan produk lokal yang bagus di antaranya kursi, LED TV ukuran besar, dan karpet. Untuk kursi impor sendiri, menurut Prakosa, harganya mencapai Rp 4 miliar.

"Kemudian kedua adalah LED besar itu Rp 1,3 miliar. Wall screen Rp 1,88 miliar, yang lain adalah karpet produk dari AS juga mahal dan kami minta ganti," ujarnya.

Prakosa mengatakan anggaran Rp 20,3 miliar seharusnya bisa ditekan hingga Rp 13,4 miliar. Hal itu bisa terjadi jika semua produk impor tersebut diganti dengan produk lokal dalam negeri.

MITRA TARIGAN