Hiasan naga raksasa dipasang untuk menyambut tahun baru Cina di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (15/1). AP/Dita Alangkara
Topik
Foto Terkait
Rayakan Imlek, Turis Indonesia Banjiri Cina
TEMPO.CO , Jakarta:Jumlah wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Cina selama perayaan Imlek 2563 pada tahun ini naik 5 persen dibanding pada 2011. “Sampai hari ini sudah mencapai 100 ribu orang,” ujar Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita), Asnawi Bahar, kepada Tempo, Senin 23 Januari 2012 kemarin.
Dalam perayaan Imlek kali ini, kata dia, seluruh penerbangan dari Indonesia ke Cina penuh. Bahkan tambahan penerbangan melewati Singapura juga mengalami hal yang sama. "Secara gradual, kunjungan ke Cina meningkat, begitu juga wisatawan Cina ke Indonesia."
Lonjakan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Cina terjadi karena didukung ekonomi nasional yang terus tumbuh. Mayoritas masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, kata Asnawi, memiliki perekonomian yang kuat. "Ini salah satu alasan mereka mampu pergi berkali-kali ke negara leluhurnya.” Faktor lainnya, pemerintah Cina gencar melakukan promosi pariwisata.
Perayaan Imlek juga mendongkrak penjualan retail. Direktur PT Ramayana Lestari Surya, Setiadi Surya, mematok target pertumbuhan penjualan secara merata sekitar 25-30 persen untuk semua outlet pada Imlek tahun ini. "Target kami untuk setiap toko sekitar 10 persen. Sejauh ini sudah ada pencapaian," ujarnya kemarin.
Di Bogor, Jawa Barat, perayaan Imlek dipusatkan di Klenteng Hok Tek Vio (Vihara Dhanagun) di Jalan Suryakencana. Perayaan tak hanya dimeriahkan dengan kesenian Tionghoa seperti barongsai dan liong (naga), tapi juga kesenian Nusantara, seperti tanjidor, jaipongan, sisingaan, dan reog Ponorogo. Selama Imlek, pihak vihara mengizinkan warga masuk ke dalam klenteng yang dibangun pada 1672 itu.
Tahun baru Imlek juga dimanfaatkan pengelola Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Taman ini menggelar atraksi barongsai dan liong. Sekitar 20 ribu orang memadati kawasan wisata ini. Menurut juru bicara Taman Safari Indonesia II, Kinasih Indah, tarian naga hanya digelar selama Imlek.
Ihwal hak beragama, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin umat Konghucu bakal mendapatkan hak dan pelayanan yang sama dari pemerintah. Dia menambahkan, tanpa partisipasi etnis Tionghoa, pembangunan Jakarta tidak akan seperti saat ini.
ALI NY | AYU PRIMA SANDI | ARIHTA U SURBAKTI | EKO WIDIANTO | MARIA GORETTI
Berita Terkait
Beginilah Imlek Ala Batavia Tempo Dulu
Tahun Naga Air, Banyak Air, Antisipasi Pelayaran
Pelancong Antre 3 Kilometer di Pintu Tol Pasteur
Ada Naga 80 Meter di Summarecon Mal Serpong
Jelang Imlek, Tiket Kereta dari Gambir Ludes
Kapal Pesiar Seabourn Legend Sandar di Surabaya
Raja Ampat Bak Amazon Bawah Laut bagi Penyelam
Sleman Tuan Rumah Village Tourism 2012





