Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. AP/Tatan Syuflana
Topik
Imbas Krisis, Garuda Pangkas Frekuensi ke Eropa
TEMPO.CO, Jakarta - Fruekuensi penerbangan rute Eropa terkena imbas krisis yang hingga kini belum memperlihatkan tanda perbaikan. Pada Maret 2012, maskapai Garuda Indonesia mengurangi fruekuensi penerbangan tujuan Amsterdam dari tujuh kali menjadi empat kali dalam seminggu. Sedangkan maskapai AirAsia akan menghentikan seluruh layanan untuk rute Paris dan London.
Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia, Pujo Broto, mengatakan rata-rata penumpang tujuan Amsterdam berkisar 75 persen, dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 222 kursi, 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi.
Pujo menjelaskan pengurangan rute Amsterdam bukan berarti rugi, tapi karena ingin mengoptimalkan rute regional lain. “Asosiasi Pengangkut Udara Internasional juga mengungkapkan untuk saat ini pasar potensial adalah kawasan Asia Pasifik. Karena itu kami mengembangkan pasar di sana,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 24 Januari 2012.
Sementara itu, bagi AirAsia, tingkat permintaan layanan transportasi udara dari Eropa menurun. Dampaknya, beban biaya operasional melonjak. Situasi makin tidak kondusif dengan melambungnya harga bahan bakar dan pajak penumpang khusus di London.
Padahal sebelumnya AirAsia melayani rute penerbangan ke London enam kali seminggu dan rute penerbangan ke Paris empat kali seminggu. Rata-rata penumpang dapat mencapai 80 persen.
Communications Manager PT AirAsia Indonesia, Audrey Progastama Petriny, menyatakan penerbangan untuk rute London berhenti beroperasi setelah penerbangan terakhir pada 31 Maret 2012. “Sedangkan rute Paris terakhir 30 Maret 2012,” katanya kepada Tempo.
Setelah tanggal tersebut AirAsia tetap akan menawarkan penerbangan alternatif bagi penumpang yang telah memesan kursi untuk menuju rute Eropa, termasuk ganti maskapai lain yang tersedia. “Tidak dikenai biaya,” kata Audrey. Selain itu AirAsia akan memberikan pilihan pengembalian uang secara utuh bagi penumpang yang telah membeli tiket penerbangan tujuan tersebut.
MUHAMAD RIZKI





