Pekerja memanen pucuk daun teh menggunakan mesin pemetik daun di perkebunan teh Malabar PTPN VIII, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Holding Perkebunan Rampung Februari
TEMPO.CO, Jakarta -Pembentukan holding perusahaan perkebunan diperkirakan rampung Februari mendatang. Deputi Bidang Usaha Primer Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Megananda Daryono mengatakan pemerintah masih memilih direksi perusahaan holding perkebunan. "Harus dipilih direksi baru, toh kebanyakan direksi masa kerjanya habis bulan ini," ujarnya, Selasa, 24 Januari 2012.
Kementerian BUMN telah memilih PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III sebagai kepala holding keempat belas PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). PTPN III dianggap unggul di penanganan bisnis dan pengalaman mengurus anak usaha.
Menurut Megananda, aset seluruh perusahaan perkebunan milik negara mencapai Rp 50 triliun. Selain itu pemasukan usaha seluruh perusahaan perkebunan juga mencapai Rp 45 triliun. Namun, laba gabungan hanya senilai Rp 3,5 triliun. "Laba memang kecil karena banyak yang usahanya kurang bagus," ujarnya.
Pembentukan holding, kata dia, diharapkan dapat memperbaiki kondisi perusahaan-perusahaan perkebunan. Megananda menyebut PTPN I dan XIV sebagai contoh perusahaan yang kinerjanya kurang baik. "Setidaknya dalam waktu dua tahun kinerja perusahaan bisa diperbaiki dan setelah lima tahun bisa menjadi luar biasa," katanya.
Dia memberi contoh pabrik gula yang sulit berkembang dibandingkan dengan pabrik kelapa sawit dan karet. Pembentukan holding diharapkan akan menyetarakan kondisi berbagai jenis usaha perusahaan perkebunan. Perluasan lahan perkebunan di Maluku dan Papua juga diharapkan bisa lebih lancar dengan adanya perusahaan induk.
ANGGRITA DESYANI





