foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto (kiri) dan Menkumham Amir Syamsuddin (kanan) dalam acara dialog dengan sejumlah anggota LSM penggiat anti korupsi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1). ANTARA/Widodo S. Jusuf

SBY Tawari Aktivis Antikorupsi Jadi Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk kedua kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang para penggiat antikorupsi. Bulan lalu, acara serupa diadakan di Semarang, Jawa Tengah. Kali ini, undangan pertemuan digelar di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Januari 2012.

Meski yang dibicarakan cukup serius tentang aneka upaya pemberantasan korupsi, canda masih  menghiasi dialog yang dimulai sekitar pukul 10.30 ini.

Presiden SBY sempat melontarkan guyon tentang posisinya. Sembari menunjuk dengan berkeliling ke ruang pertemuan mengikuti pilar-pilar yang berisi foto-foto presiden mulai dari Soekarno hingga dirinya, SBY mengatakan, "Masih banyak yang kosong, masih bisa diisi. Tahun 2014, 2019. Kalau dapat mandat, silakan, jangan khawatir," kata SBY berkelakar.

Guyonan ini langsung disambut gelak tawa para hadirin yang datang. Teten Masduki, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, bahkan tampak terbahak-bahak. Hadirin yang lain pun tak sungkan tertawa di Istana Negara itu.

Selain Teten, dalam pertemuan itu terlihat puluhan aktivis antikorupsi. Di antaranya ada Danang Widoyoko dari ICW dan Yuna Farhan dari FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran). Sedang dari lembaga negara ada Ketua KPK Abraham Samad, Kepala PPATK M. Yusuf, Kepala Kepolisian RI Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

ARYANI KRISTANTI