foto

Presiden yang sekaligus Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dan Anas Urbaningrum. TEMPO/Aditia Noviansyah

Kristiadi: SBY Sedang Pertimbangkan Tindak Anas  

TEMPO.CO, Jakarta- Pengamat politik J. Kristiadi menilai, saat ini Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sedang menimbang untung-rugi jika partainya memutuskan untuk melepas sang Ketua Umum, Anas rbaningrum. Sinyal itu terlihat dari pertemuan yang digelar SBY dengan Dewan Pembina di kediamannya di Cikeas, semalam. “Dia sedang melempar balon, dan menunggu reaksi banyak pihak soal itu,” kata dia, Rabu, 25 Januari 2012.

Menurut Kristiadi, SBY hingga kini tampak masih ragu untuk bersikap terhadap Anas. Sebab ia sadar, Anas memiliki basis pendukung yang berpotensi merugikan Demokrat jika suatu ketika partainya memutuskan mencopot Anas. Kelompok pendukung Anas itulah yang dikhawatirkan SBY akan protes dan melawan jika Anas diperlakukan tak adil.

“Jadi tergantung apakah Anas dan kekuatan di belakangnya itu bisa membendung semua opini publik. Kalau dia ternyata tak mampu membendung semua itu, baru SBY akan menindak. SBY itu kan serba mengukur-ukur, “ ujarnya.

Pada 24 Januari 2012 malam, SBY mengundang pimpinan dan anggota Dewan Pembina Demokrat ke Cikeas. Beberapa yang hadir di antaranya EE Mangindaan, Amir Syamsuddin, Jero Wacik, Andi Alfian Mallarangeng, dan Syarifuddin Hasan. Pertemuan itu disebut-sebut membahas nasib Anas sebagai orang nomer satu di partai.

Kristiadi menduga pertemuan Cikeas sengaja digelar SBY untuk mengetes reaksi masyarakat, apakah ingin dirinya mengambil tindakan tegas terhadap Anas, atau justru memberi apresiasi negatif . Jika reaksi masyarakat sudah dia dapat, baru SBY berani mengambil langkah lebih lanjut.

“Sebab SBY kan sudah berjanji akan melakukan pembersihan ke kadernya yang bermasalah. Jadi dia sebenarnya sudah tak bisa mundur lagi untuk mengambil langkah tegas. Dia harus menelan pil pahit demi bisa mengobati semua yang ada di Demokrat,” ujarnya.

Posisi Anas di Demokrat mulai goyah setelah namanya disebut terlibat dalam sejumlah proyek pemerintah. Bekas Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding Anas terlibat proyek pembangunan Stadion Hambalang, Sentul, dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tak hanya Nazar yang menyerang Anas. Anak buah Nazar di Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang, juga menyebut Anas sempat aktif di perusahaan mereka. Pengakuan Rosa dibenarkan terpidana kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Mohammad El Idris, yang mengaku pernah melihat Anas di Graha Permai, Casablanca, Jakarta Selatan.

ISMA SAVITRI




Berita Terkait
Mubarok Bantah Demokrat Siapkan Djoko Suyanto
Nazaruddin Siapkan Pengungkap Keterlibatan Anas
Ternyata SBY Sudah Bertemu Anas Senin Malam
Anas Disarankan Mundur Sebagai Ketua Umum Demokrat
Kata Nazar, Gedung Demokrat Batal Demi Anas 2014
Anas dan Nazaruddin Teman Sejak Lama
SBY: Kader Demokrat Jangan Saling Menghakimi