foto

Penumpang menaiki atap kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (1/12) pagi. Hari ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan uji coba rute baru Kereta Rel Listrik (KRL) untuk mengatasi kepadatan penumpang di stasiun transit penumpang, yakni Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, dan Jatinegara. Sempat terjadi keributan dalam uji coba rute baru yang akan resmi beroperasi pada 5 Desember 2011 ini. TEMPO/Tony Hartawan

Angkutan Publik Berbasis Kereta untuk Seluruh Pulau

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berharap dalam beberapa tahun ke depan warga Indonesia sudah menggunakan kereta api sebagai angkutan utama. Untuk itu, pemerintah berusaha memperbaiki dan meningkatkan pelayanan penumpang kereta api

Upaya yang tengah dilakukan itu antara lain meningkatkan pengaturan dan penambahan kereta penumpang di sejumlah daerah. "Sekarang baru Jawa dan Sumatera. Kami akan membangun di Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Rabu, 25 Januari 2012.

Menurut Bambang, kereta api adalah angkutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat. Kereta dapat mengangkut dalam jumlah massal, lebih cepat, dan sangat bagus untuk mengangkut barang produksi. "Kereta memungkinkan pertukaran ekonomi yang cepat," katanya.

Bambang juga mengatakan saat ini pemerintah sedang membangun sebuah area perindustrian di Medan, Sumatera Utara. Untuk memudahkan pergerakan barang, seperti kelapa sawit, pihaknya juga membangun jalur kereta api. "Rel KA tersebut langsung di area perindustrian kelapa sawit tersebut," katanya.

Di Kota Medan juga akan dibangun jalur kereta ke bandara sehingga memungkinkan para penumpag pesawat langsung check in tepat waktu. "Mereka langsung turun di tengah bandaranya," kata Bambang.

Menurut Bambang, kereta bandara ini akan memudahkan para penumpang untuk pindah transportasi dari angkot ke kereta. Kereta bandara ini juga akan dibuat di Provinsi Bali, yakni menghubungkan dari Bandara Ngurah Rai ke tempat pariwisata, seperti Pantai Kuta, Tanah Lot, dan Pantai Sanur. "Jalur ke kota, yaitu dari Ngurah Rai ke Kota Denpasar dan pusat grosir Sukowati," kata Bambang.

Bambang memastikan tahun depan Indonesia memiliki dua jenis kereta api. Satu jenis line dan satu jenis ekspres. "Jadi, hanya commuter line yang bisa berhenti di setiap stasiun," katanya.

Di lain pihak, pengamat transportasi Putra Jaya Husin mengatakan, jika kereta dijadikan sebagai angkutan utama oleh masyarakat, maka kemacetan yang sering terjadi di Jabodetabek bisa terurai. Sebab, warga terbiasa memakai mobil dan motor dalam melakukan aktivitas sehingga jalan di kota-kota penuh.

Untuk itu, kata Putra, PT. Kereta Api harus meningkatkan kapasitas penumpang dengan menggunakan tekhnologi yang aman dan nyaman. "Macet tidak akan terjadi lagi jika kereta mampu meningkatkan tiga kali lipat jumlah penumpang tahun depan," katanya.

ILHAM