foto

REUTERS/Sean Yong

Pasar Properti Indonesia Tumbuh Positif

TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan properti internasional asal Jones Lang LaSalle-Procon memprediksi pasar properti Indonesia khususnya di Jakarta tahun ini akan terus tumbuh positif. Keyakinan ini di tengah kekhawatiran berlanjutnya krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika.

Properti di Jakarta ditopang oleh perekonomian dalam negeri yang cukup kuat, tingkat suku bunga yang rendah serta sentimen investor yang terus membaik. Country Head Jones Lang LaSalle-Procon Todd Lauchlan mengatakan, pertumbuhan permintaan yang terjadi di semua sektor properti sepanjang 2011 diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun ini.

Hal ini diperkuat oleh tren penyerapan pasar, baik penjualan maupun sewa, dalam beberapa bulan terakhir yang kenaikannya bervariasi. “Oleh sebab itu, harga jual dan sewa properti komersial dan residensial di Jakarta pun diperkirakan akan terus meningkat di tahun ini,” kata Lauchlan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Januari 2012.

Dia melanjutkan, merujuk kepada pemberian peringkat investment grade bagi Indonesia oleh dua lembaga pemeringkat internasional yaitu Fitch dan Moody’s, menunjukkan kepercayaan investor global terhadap struktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru semakin membaik. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di wilayah Eropa dan Amerika dimana sentimen pasar dan investor semakin melemah, bahkan beberapa negara di wilayah tersebut mengalami degradasi dalam peringkat investasinya.

Oleh karena itu, ujarnya, kekhawatiran sebagian kalangan akan meluasnya dampak krisis terhadap pertumbuhan bisnis termasuk properti di Indonesia tidaklah perlu dibesar-besarkan. “Ketika banyak perusahaan asing dan internasional melakukan perampingan bisnis di Eropa dan Amerika, perusahaan-perusahaan tersebut justru melakukan ekspansi usahanya di Indonesia,” kata Todd.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan permintaan ruang kantor belakangan ini yang kebanyakan berasal dari perusahaan-perusahaan seperti bank, lembaga sekuritas, perusahaan asuransi, manufacturing, consumer goods serta perusahaan minyak dan pertambangan.

Head of Research di konsultan properti Jones Lang LaSalle-Procon Anton Sitorus mengatakan, penyerapan ruang kantor komersial di wilayah CBD (segitiga emas Jakarta) sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 420 ribu meter persegi atau meningkat sebesar 78 persen dibanding tahun sebelumnya. “Angka tersebut merupakan rekor penyerapan pasar tertinggi dalam sejarah perkembangan pasar perkantoran di Jakarta,” kata Anton.

Di wilayah Non-CBD, lanjutnya, permintaan ruang kantor pada tahun lalu juga mengalami kenaikan sebesar 154 persen menjadi 143 ribu meter persegi. Seiring pertumbuhan permintaan, harga sewa ruang kantor pun mengalami lonjakan yang cukup tajam. Sewa ruang kantor rata-rata di wilayah CBD tahun lalu naik hampir sebesar 20 persen, bahkan di segmen gedung berkualitas Grade A, kenaikan harga sewa ruang kantor mencapai 32 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Sementara itu, kenaikan harga sewa ruang kantor di wilayah Non-CBD tahun lalu mencapai sekitar 10 persen,” ujarnya.

ROSALINA