Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Menteri Keuangan Andalkan UU Pengadaan Tanah
TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah tetap optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi 6,7 persen tahun ini meski Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan dunia menjadi 3,3 persen dari tadinya 4 persen.
“Kami sudah punya undang-undang pembebasan lahan (Undang-Undang Pengadaan Tanah) untuk mengharapkan kemajuan khususnya infrastruktur,” kata dia di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu, 25 Januari 2012.
Undang-undang tersebut, kata Agus, akan menjamin kesuksesan proyek infrastruktur terutama yang direncanakan dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Kami sangat berfokus di infrastruktur dan kita kuat di domestik dan investasi,” ujarnya.
Upaya lain yang membuat pemerintah optimistis dapat mencapai target adalah adanya Bank Infrastruktur dan perusahaan milik pemerintah yang berfokus pada infrastruktur. “Bank yang kuat pada pembiayaan infrastruktur akan kami minta lebih menguatkan kapasitas mereka,” katanya.Adapun perusahaan yang menunjang dalam pembangunan infrastruktur adalah PT Indonesia Infrastructure Finance, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur, dan PT Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan PT Pusat Investasi Pemerintah. “Lembaga ini akan melakukan penguatan permodalan dan kapasitas supaya bisa juga mempercepat pembangunan infrastruktur,” katanya.
Menurut Agus dorongan pemerintah tidak sekadar pada pengadaan pembiayaan dan keuangan. Pemerintah, dia melanjutkan, juga mendorong dalam hal pengawasan dan pengawalan perencanaan proyek infrastruktur yang selama ini buruk eksekusinya. “Kalau proposalnya sudah lengkap memprosesnya sudah benar kemungkinan dapat pembiayaan jauh lebih tinggi,” katanya.
Dalam laporannya di World Economic Outlook terbaru, IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3 persen dari prediski 4 persen yang dikeluarkan september lalu. Prediksi tahun depan IMF juga memangkas prediksinya dari semula 4,5 persen menjadi 3,9 persen. Adapun pertumbuhan Eropa diprediksi mencapai 0,5 persen, dan Amerika Serikat 1,8 persen.
Pemangkasan ini dikeluarkan setelah menteri keuangan Eropa gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor untuk merestrukturisasi utang Yunani. Sebelumnya, IMF mengumumkan mencari dana sebesar US$ 600 miliar untuk membantu mengatasi krisis Eropa.
AKBAR TRI KURNIAWAN





