foto

Reaktor nuklir Bushehr, Iran. AP/Vahid Salemi

Inggris Ancam Tambah Kekuatan Militer ke Kawasan Teluk  

TEMPO.CO, Jakarta - Inggris mengancam akan memperkuat bantuan militernya ke kawasan teluk bila sengketa dengan Iran meningkat. "Pengiriman armada kapal perang HMS Argyll, Minggu lalu, ke Selat Hormuz merupakan sinyal yang jelas untuk Teheran," kata Philiph Hammond, Menteri Pertahanan inggris, seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, Selasa, 24 Januari 2012.

Berita ini muncul setelah Perdana Menteri Inggris David Cameroon mengatakan, malam sebelumnya, bahwa negaranya tak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Inggris merupakan satu dari jajaran Negara Uni Eropa yang mengembargo minyak Iran. Negara ini berharap sanksi ekonomi bagi Iran dapat membuat Negara Teluk ini mengendurkan niatnya memiliki nuklirnya. Namun, bila tidak, Inggris siap mempertimbangkan menambahkan militer ke Teluk.

Iran sebelumnya mencoba melakukan bargaining position atau tawar-menawar kepentingan dengan negara-negara Barat melalui ancaman menutup Selat Hormuz. Sikap Iran itu sebagai respons atas embargo negara-negara Barat atas ekspor minyak yang kembali ditingkatkan.

Sumber terpercaya Inggris meyakini, Iran tak akan menutup penuh Selat Hormuz. "Hal tersebut akan membawa konsekuensi negatif yang besar bagi Teheran," kata sumber tersebut. Namun, di lain pihak, ia mengkhawatirkan benturan di Selat Hormuz dapat meningkatkan harga minyak dunia, khususnya di Eropa.

Paul Stevens, peneliti senior dari London-Chatham House, mengatakan, segala upaya Eropa belum tentu mampu menghentikan penggunaan nuklir Iran. Eropa dianggap mampu menekan perekonomian Iran, namun justru bisa menguatkan barisan di belakang Ahmadinejad.

DAILYMAIL.CO.UK | ANANDA PUTRI | TNR

Berita Terkait

Putri Bekas Presiden Iran Dihukum

Ini Pesan Ahmadinejad untuk Jemaah Haji Iran

Iran Gantung 22 Pedagang Obat Bius

Presiden Ahmadinejad Jual Mobil Butut untuk Amal

Iran Hapus Subsidi BBM dalam 5 Tahun