foto

google

Agar Tetap Punya Teman Seusai Melahirkan  

TEMPO.CO - Menjadi ibu kerap kali mengubah banyak hal dalam kehidupan seorang perempuan, termasuk hubungan dengan teman-teman. Padahal, berkumpul bersama teman-teman adalah obat ampuh mengatasi stres sekaligus bermanfaat secara emosional bagi perempuan. Namun, setelah melahirkan anak, berkumpul dengan teman seringkali menjadi persoalan pelik sebab kehidupan berubah drastis. Tanggung jawab baru, jadwal yang padat, serta perlunya menyimpan energi untuk mengasuh sang bayi menjadi hambatan tersendiri.

Hal tersebut bisa menyebabkan rasa kehilangan dalam diri wanita. Terutama jika kondisi itu tidak diantisipasi sebelumnya, sementara persahabatan berarti sangat besar untuk Anda. Lalu, bagaimana mengatasinya?

Teman yang Layak
Kelangsungan suatu persahabatan mempertimbangkan berbagai hal, seperti manfaat, kerugian, sekaligus upaya untuk menjaga hubungan tersebut. Jika teman Anda tidak bisa menyesuaikan dengan perubahan hidup Anda atau persahabatan menjadi demikian sulit, mungkin saja yang diperlukan adalah masa tenang. Sebaliknya jika teman Anda bisa menerima perubahan Anda, bahkan sangat mendukung dan sabar dengan perubahan itu, maka ia layak dipertahankan dan diperjuangkan. Ia akan menjadi teman yang hebat ketika Anda ingin menjadi diri Anda sendiri. Anda bisa membalas kebaikan dia kelak saat ia juga ingin menjadi seorang ibu.

Jaga Hubungan
Untuk menjaga hubungan, kedua belah pihak--Anda dan teman Anda--harus saling terbuka dan jujur mengenai rasa kehilangan akan hubungan itu, penyesuaian yang diperlukan dan keinginan untuk tetap saling berhubungan. Bantu teman Anda untuk menyesuaikan ekspektasinya terhadap Anda dan mintalah ia untuk mengunjungi Anda ketika Anda tak bisa meninggalkan bayi Anda sebab tak ada orang lain di rumah.

Jadwalkan pertemuan di taman atau pusat perbelanjaan dengan hidangan kopi yang lezat serta pastikan bahwa ia tak mempermasalahkan saat Anda harus menunda rencana pertemuan atau terganggu oleh panggilan telepon. Berkirim sms, surat elektronik, Facebook, atau saling menyebut di Twitter adalah cara yang baik untuk berinteraksi dengan teman sekaligus menghemat waktu.

Tinggalkan yang Lama, Cari yang Baru?
Tak masalah mencari teman baru untuk menggantikan teman-teman lama, khususnya teman baru sesama ibu yang juga punya bayi. Seorang ibu membutuhkan ibu lainnya. Tak ada orang yang bisa memahami kehidupan baru tersebut, berempati, serta memahami kondisi yang penting untuk rasa percaya diri Anda selain sesama ibu.

Selain itu, juga akan lebih mudah untuk menjaga persahabatan karena kesesuaian waktu dan harapan mengenai, misalnya, tahap perkembangan bayi atau waktu bayi-bayi sedang tidur siang. Hanya dengan seseorang berstatus ibu lah Anda bisa berbagi rasa frustrasi, mencari saran yang sesuai sekaligus merayakan kegembiraan kecil (misalnya, ketika bayi kembali bisa buang air besar seperti biasa!).

Realistis
Jika Anda mulai terpisah dari teman-teman lama Anda, hal itu biasanya dikarenakan hubungan tersebut tidakah sepenting dulu. Salah satu penyesuaian dari peran sebagai seorang ibu adalah realistis dengan harapan Anda. Penting untuk memahami bahwa Anda tidak bisa melakukan semuanya.

Jika waktu yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan teman-teman lama terasa sulit secara emosional maupun fisik, lebih baik Anda mengalihkan energi untuk mereka yang bisa membantu Anda. Melewatkan waktu bersama teman akan membuat Anda kembali segar. Anda akan menjadi ibu, pasangan serta diri sendiri yang lebih bahagia. Karena itu, perlu memutuskan sesuatu yang Anda anggap pas untuk diri Anda.

YAHOO LIFESTYLE I ARBA’IYAH SATRIANI