foto

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Papua di Jakarta (28/6 )menuntut pencabutan status DOM di Tingginambut Puncak Jaya, Papua. ANTARA/Ismar Patrizki

Polisi Sulit Ungkap Penembakan di Puncak Jaya  

TEMPO.CO, Jayapura - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Wachyono, mengatakan pihaknya mengalami kesulitan mengungkap siapa pelaku penembakan di Kampung Karobate yang terletak di sekitar ujung Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu, 25 Januari 2012.

Menurut Wachyono, aparat kepolisian tidak bisa segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terdapat pelaku. Pasalnya, saat penembakan terjadi, cuaca di sekitar lokasi sedang berkabut. Warga di sekitar lokasi kejadian juga tidak mengetahui insiden ini. "Agar kasusnya cepat terungkap, kami minta bantuan informasi dari warga bila menemui orang-orang yang mencurigakan," kata Wachyono, Rabu, 25 Januari 2012.

Polisi pun, kata Wachyono, hingga kini juga belum bisa memastikan jenis senjata yang digunakan pelaku. Proyektil pelurunya masih dilakukan pemeriksaan. Meski demikian, polisi terus berupaya mencari informasi untuk dijadikan dasar mengejar pelaku.

Peristiwa penembakan terjadi Jumat malam, 20 Januari 2012, sekitar pukul 19.20 WIT, yang menewaskan seorang warga sipil bernama Kismarovit, 29 tahun. Pelaku diduga anggota kelompok bersenjata tak dikenal yang selama ini selalu melakukan aksinya di sekitar wilayah Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Kismarovit ditembak ketika sedang berada di rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan sebanyak tiga kali di sekitar rumah korban. Mendengar suara tembakan, warga lainnya sempat keluar mengecek apa yang terjadi dan menemukan Kismarovit sudah tewas.

Di tubuh korban terdapat luka tembak di bagian tengkuk sebelah kanan. Peluru menembus mulut. Ditemukan juga luka tembak di hidung bagian kiri.

CUNDING LEVI