Sejumlah kendaraan roda dua antre memasuki kapal feri di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/9). Menurut Manager Operasional PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang, kondisi arus balik di Pelabuhan Ketapang, akan terjadi, Minggu (4/9) besok. ANTARA/Seno S
Topik
Foto Terkait
Cuaca Buruk, Pelayaran Banyuwangi-Madura Ditutup
TEMPO.CO, Banyuwangi - Pelayaran Banyuwangi-Madura dari Pelabuhan Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi, ditutup karena gelombang tinggi. "Kita tidak berani memberangkatkan sesuai imbauan BMKG," kata Administrator Pelabuhan Tanjungwangi, Sri Sukesih, kepada Tempo, Rabu, 25 Januari 2012.
Pelayaran dari Banyuwangi menuju Madura biasanya dilayani kapal perintis Sabuk Nusantara 27 dengan kapasitas 253 penumpang. Kapal tersebut berangkat setiap 14 hari sekali dengan tujuan pulau-pulau kecil di Madura, seperti Pulau Sapeken, Masalembo, Kalianget, dan Pulau Sapudi. "Kapal akan diberangkatkan bila cuaca sudah dinyatakan normal. Ini menyangkut keselamatan penumpang," ujar Sukesih.
Menurut Sukesih, penutupan pelayaran belum sempat disosialisasikan sehingga penumpang sudah berdatangan sejak tiga hari lalu. Penumpang yang berjumlah ratusan orang telantar. Sebagian besar dari mereka terpaksa menunggu di terminal pemberangkatan.
Salah seorang penumpang asal Sapeken, Sahari, mengatakan dirinya memilih menunggu di pelabuhan hingga cuaca kembali normal. "Saya nunggu saja demi keselamatan," ucapnya. Sahari datang ke Banyuwangi untuk membeli berbagai bahan sembako untuk dijual kembali di Pulau Sapeken.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Gigik Nurbaskoro mengatakan, pihak pelayaran harus mewaspadai gelombang tinggi di Selat Bali dalam tiga hari ini. BMKG memprediksi gelombang bisa mencapai dua meter. "Normalnya tinggi gelombang di Selat Bali 1,3 meter," tuturnya.
Sedangkan gelombang laut selatan diprediksi bisa mencapai empat hingga lima meter sehingga nelayan pun diharuskan waspada.
IKA NINGTYAS





