ITN
Topik
Infografis
Sampel Pasien Flu Babi Akan Diperiksa Ulang
TEMPO.CO, Tangerang - Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, Banten, akan memeriksa kembali sampel darah dan hasil pemeriksaan labaratorium RO, 18 tahun. Pasien terduga flu burung yang meninggal pada Rabu, 25 Januari 2012, itu juga diduga terjangkit virus H1N1 atau flu babi.
Pemeriksaan yang ketiga kalinya ini untuk memastikan apakah benar pasien tersebut terjangkit H1N1 atau H5N1. ”Dua kali pemeriksaan hasilnya negatif H5N1, akan diperiksa ulang untuk memastikan positif flu burung atau flu babi,” ujar juru bicara RSUD Tangerang, dr Ahmad Muchlis, saat dihubungi Tempo, Kamis, 26 Januari 2012.
Menurut Muchlis, pemeriksaan dan penelitian ulang perlu dilakukan karena gejala klinis flu yang diderita pasien terduga flu burung itu berbeda dengan gejala klinis flu babi pada umumnya. ”Gejala klinis flu babi biasanya tidak seperti ini, apalagi sampai mematikan. Pasien flu babi biasanya seperti flu biasa,” katanya.
Pada kasus RO ini, kata Muchlis, gejala klinis flu pada pasien cukup cepat dan agresif. Pasien mengalami demam, panas tinggi, dan sesak nafas. ”Selama dirawat di ruang isolasi flu burung kondisinya semakin menurun dan sampai meninggal,” ujarnya. Padahal, pengobatan medis dan peralatan medis yang dilakukan RSUD Tangerang sudah dilakukan dengan maksimal.
RSUD Tangerang, kata Muchlis, cukup banyak menangani pasien flu babi dari perorangan hingga satu keluarga. ”Tapi rata-rata pasien cuma rawat jalan karena gejalanya hanya seperti flu biasa,” katanya.
Secara terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang dr Makentur JN Mamahit membenarkan jika RO positif terjangkit H1N1 atau flu babi. ”Iya betul,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Tempo tadi malam.
JONIANSYAH





