foto

Gelombang Tinggi

Gelombang Tinggi akan Berlangsung Tiga Hari  

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi masih akan terjadi di wilayah Indonesia.

"Potensi itu membahayakan pelayaran hingga setidaknya tiga hari ke depan," kata Kepala Sub-Bidang Informasi Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Kukuh Rubidiyanto, Kamis, 26 Januari 2012.

Gelombang tinggi itu, kata Kukuh, merupakan dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis di selatan Laut Timur dan Samudera Hindia Selatan. Angin dengan kecepatan lebih dari 36 kilometer per jam yang terbentuk akan menghasilkan gelombang tinggi di selatan katulistiwa. Hujan pun berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang.

Di perairan Jakarta, menurut Kukuh, potensi gelombang yang terjadi tingginya sekitar 1,5 meter. "Di utara Kepulauan Seribu bisa lebih tinggi, sekitar 2 meter," ujarnya.

Sementara itu dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, pelayaran ke Kepulauan Seribu hari ini ditiadakan. "Baru hari ini (ditiadakan). Kami masih tunggu cuaca membaik," kata Haji Zulkarnaen, Manajer Pelabuhan Muara Angke.

Pelayaran ke Kepulauan Seribu dari Muara Angke biasa dilayani enam unit KM Kerapu dan dua unit KM Lumba-lumba. Keduanya merupakan kapal cepat milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Satu unit KM Kerapu dapat mengangkut 20 penumpang, sementara KM Lumba-lumba berkapasitas hingga 50 penumpang.

Dalam sehari kapal-kapal ini diberangkatkan tiga kali, yakni pukul 07.00, 08.00, dan 11.30. Rute yang biasa dilalui kapal-kapal ini adalah lintasan satu yang dilalui KM Lumba-lumba, yakni Muara Angke-Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka-Pulau Kelapa pulang pergi (PP).

Lintasan dua dilalui KM Kerapu melayani Muara Angke-Pulau Untung-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa, pulang pergi (PP). Kemudian lintasan tiga dilalui KM Kerapu melayani Muara Angke-Pulau Untungjawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Tidung (PP). Lintasan empat dilalui KM Kerapu melayani Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Pari-Pulau Pramuka (PP).

PINGIT ARIA